BREAKINGNEWS.CO.ID - Politisi Parati Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kapitra Ampera menilai jika hoax atau kabar bohong terkait dengan surat suara yang sudah tercoblos merupakan sebuah kedangkalan dalam berpikir. Menurutnya, hal itu muncul karena tidak ada lagi yang dapat dimunculkan atau yang ditawarkan kepada masyarakat.

"Maka muncullah fitnah-fitnah dajjal seperti ini, tipu daya, membangun opini-opini busuk yang mencoba membawa bangsa ini kepada kehancuran," kata Kapitra kepada breakingnews.co.id saat dihubungi, Kamis (3/1/2019).

Menurutnya, hal ini juga tidak dapat diterima secara logika. Ia mengatakan sejatinya Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah ada. Bahkan, katanya, masyarakat sudah tahu.

Berdasarkan kabar yang beredar, sebanyak tujuh kontainer yang disebut berada di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara masing-masing berisi 10 juta surat suara yang sudah tercoblos. Kapitra mengatakan jika total 70 juta surat suara, sama dengan suara yang ada di Pulau Sumatera.

"Jadi bagaimana mungkin ada tambahan suara 70 juta. Sedangkan DPT ini sudah ditentukan. Saya kira ini tidak logis. Saya juga melakukan pengecekan semalam ke sana, itu tidak ada sama sekali ditemukan apa yang di-framing menjadi suatu konsumsi yang lebih busuk dari pada 'septic tank'," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kabar mengenai adanya tujuh kontainer berisi surat suara pemilu yang sudah tercoblos beredar mulai Selasa (2/1/2019) sore. Seperti rekaman suara yang didengar breakingnews.co.id mengatakan bahwa tujuh kontainer tersebut datang dari Cina. Informasi itu menyebut bahwa masing-masing kontainer berisi 10 juta lembar surat suara dan satu kontainer telah dibuka.

Kabar tersebut juga menyebutkan bahwa surat suara sudah dicoblos pada gambar pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01.

Menanggapi hal ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) beserta Badan Pengawas Pemilu langsung turun ke lapangan guna melakukan pengecekan. Adapun pengecekan tersebut dilajukan di kantor Bea Cukai, Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Setelah diselidiki, KPU pun memastikan bahwa kabar tersebut hoax. KPU tidak menemukan bukti-bukti seperti yang beredar.

Selain itu, KPU juga membantah kabar yang menyebut jika mereka telah menyita satu kontainer yang berisi surat suara yang sudah dicoblos.

"Berdasarkan keterangan yang didapat oleh pihak Bea Cukai, tidak ada kebenaran tentang berita tujuh kontainer tersebut, itu tidak benar," kata Ketua KPU Arief Budiman. "Tidak benar juga kabar bahwa ada TNI AL yang menemukan itu, dan tidak benar bahwa KPU dikatakan telah menyita satu kontainer tersebut," sambungnya.

Terkait dengan surat suara pemilu, Arief mengaku jika hingga saat ini pihaknya belum memproduksi surat suara. Ia mengatakan surat suara baru akan diproduksi pada pertengahan Januari 2019 ini.