JAKARTA - Politikus Partai Demokrat asal Papua Willem Wandik mulai bicara tentang ada kampanye hitam serta penggiringan opini pada Gubernur Papua Lukas Enembe atas penetapan tersangka Michael Kambuaya Kepala Dinas PU Propinsi Papua oleh KPK.

Anggota Komisi V DPR RI ini yakini kalau Lukas Enembe yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Papua tidak ikut serta dalam masalah sangkaan korupsi pengadaan pembangunan ruas jalan Kemiri – Depapre, Jayapura.

Willem yakin KPK bisa berkerja dengan sesuai sama kenyataan yang berlangsung serta bukanlah penggiringan opini.

“Biarkan KPK bekerja, serta dipercaya KPK dapat menunjukkan dengan sebagian kenyataan yang ada. Saya menilainya apa yang berlangsung sekarang ini yaitu usaha untuk memojokkan Pak Lukas atau sisi dari satu Black Campaign atau kampanye hitam, ” tutur Willem dalam pernyataan persnya, Senin (5/6/2017).

Terutama kata dia mendekati Pilkada th. 2018 dipercaya serangan politik bakal menimpa gubernur petahana.

“Kita tahu pak Lukas dalam beragam survey masih tetap paling atas serta disenangi oleh orang-orang Papua. Karenanya Pak Lukas akan tidak ambillah pusing ada gerakan yang menginginkan menjatuhkan dianya seperti demo di gedung KPK. Jadi tidaklah perlu disikapi, terlebih menyeret-nyeret masalah yang tengah diakukan KPK, ” tuturnya.

Yang pasti lanjut Willem dalam penggiringan gosip ada aktor politik yang memakai kondisi penetapan tersangka serta perlakuan masalah yang tengah diselidiki KPK.

Karna selama ini, tak ada pernyataan resmi dari KPK, yang mengatakan Gubernur terindikasi ikut serta.

" Karna berdasar pada susunan kewenangan, ada organisasi ULP yang punyai urusan segera dengan pengadaan barang serta layanan di Pemda Propinsi Papua, ” katanya.

Meski Lukas Enembe tengah digoyang, tetapi hal itu tidak menganggu kiner pemerintahan yang di pimpinnya.

“Kinerja Papua tetaplah jalan dengan baik, berikan rakyat Papua juga rasakan apa yang dikerjakan Lukas. Bahkan juga di masa gubernur Lukas Enembe. BPK sendiri memberi animo dengan peringkat WTP, ” tuturnya.

Terlebih dulu, Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan unjuk rasa yang dikerjakan sekumpulan orang di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta sekian waktu lalu, yang memohon dianya mesti di tangkap KPK berkaitan masalah korupsi yaitu sisi kampanye serta penggiringan gosip.

Hingga menurut dia beberapa cara itu yaitu usaha yang menginginkan menjatuhkan dianya.
“Saya Gubernur incumbent, hingga lumrah ada serangan politik serta gunakan kondisi. Namun dengan tegas saya katakana saya yakin KPK bisa bekerja dengan baik, ” tutur Lukas.