BREAKINGNEWS.CO.ID – Pasangan ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi wakil Indonesia pertama yang berhasil menembus babak semifinal Indonesia Masters 2019. Hal ini mereka pastikan setelah berhasil mengalahkan pasangan wakil Thailand, Jongkolphan Kittitharakul/Rawinda Prajongjai dengan skor 21-16, 17-21, 21-13.

Menang melalui rubber set dan reli-reli panjang, pasangan Indonesia ini pun mengaku jika mereka terus mejaga fokus saat beramin. Namun mereka menyatakan jika mereka masih harus meningkatkan pola permainan terutama saat bermain reli-reli panjang.

“Ketika reli ya kami harus jaga fokus, bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan poin, waktu diajak reli lawan harus tahan. Lawan kan nggak kuat dan capek juga, jadi ya harus kuat-kuatan,” ungkap Apriyani usai pertandingan tersebut.

Rekan setim Apriyani, Greysia Polii menyatakan jika di set pertama mereka menang angin dan hasilnya mereka pun bisa menekan lawan. Akan tetapi di set kedua itu berjalan berbeda di mana pasangan Thailand mampu balik menekan sebelum akhirnya mereka berhasil memenangkan pertandingan kali ini.

“Di set pertama tadi, kami menang angin dan terus menekan lawan. Tapi di set kedua mereka yang balik menekan, kami tidak bisa atur dan tidak bisa keluar dari tekanan mereka. Dan di set ketiga kami balik lagi bermain seperti di game pertama,” jelas Greysia.

Sementara itu, Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian menegaskan jika anak asuhnya itu memang sempat keteteran di set kedua. Namun ia percaya jika pasangan Greysia/Apriyani mampu melewati reli-reli panjang yang terjadi di pertandingan ini.

“Di set kedua, Greysia/Apri tak mampu mengubah pola permainan. Mereka tak bisa lepas dari tekanan lawan, karena kondisi lapangan juga mereka kalah angin. Jadi kadang suka memaksakan, penasaran yang seharusnya tidak mereka lakukan,” jelas Eng Hian.

“Memang tak mudah untuk mengganti pola permain, di game ketiga saat poin sudah 11 dan pindah lapangan pun mereka tidak terjebak lagi seperti di game kedua,” tambah Eng.

“Ganda putri memang bermain dengan durasi lama, program latihannya juga spesifik, lebih diperhatikan ke daya tahan, power juga ototnya. Tapi mereka programnya beda, lihat kebutuhannya apa. Durasi di ganda putri memang lama, tapi dengan kondisi seperi itu masa mau nyerah? Saya tidak mematok harus kuat tanding berapa jam, kalau bisa 30 menit sudah selesai,” pungkas Eng.