BREAKINEWS.CO.ID - Ganda putra Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emenuelle Widjaja  tetap berbesar hati dan merelakan kemenangan senior mereka di pelatnas PBSI Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir dalam perebutan tempat ke final nomor ganda campuran Turnamen Bulu Tangkis Indonesia Open. Hafiz/Gloria harus mengakui keunggulan Tontowi/Liliyana yang mengalahkan mereka 18-21, 8-21 di babak semifinal, Sabtu (7/7/2018) di Istora Senayan, Jakarta.

Menanggapi kekalahan tersebut, Hafiz/Gloria pun mengaku kalau mereka masih kurang dalam segi pengalaman, mengingat Tantowi/Liliyana merupakan senior mereka. Apalagi, pasangan yang biasa disapa Owi/Butet ini sudah begitu banyak menjuarai berbagai event besar baik di dalam maupun di luar negri.

“Kami akui kalau kami kalah dalam segi pengalaman. Kalau dari segi permain kita sebenarnya tak terlalu jauh di bandingkan mereka, karena kita juga sudah bias bertemu pada saat latihan di pelatnas. Jadi kita tahu sejauh mana kekuatan mereka. Namun begitu kan bagaimanapun mereka jauh berpengalaman di atas kita. Jadi, mereka lebih mudah dalam menemukan solusi dan strategi untuk matikan lawan,” ungkap Gloria usai bertanding.

Selain itu, Hafiz pun menambahkan kalau mereka sulit keluar dari tekanan Tantowi/Liliyana. Permaian yang diterapkan Tantowi/Liliyana membuat mereka terus kesulitan terutama permain di depan net yang diakui Hafiz sangat cepat, dan sulit untuk dibalikkan.

“Kami tak bisa pungkiri jika pada pertandingan tadi, Saya dan Gloria terus berada di bawah tekanan Owi/Butet. Terutama permain cepat depan net yang diterapkan Owi (Tantowi). Hal itu memnbuat kita terus kesulitan dan mati sendiri, dan menurut saya kita kurang ada kesiapan yang lebih matang dibading mereka,”kata Hafiz.

Meski kalah, Namun Hafiz/Gloria mengaku tetap bersyukur bisa melaju hingga babak semi final Indonesia open kali ini. Menurutnya ini modal besar bagi mereka untuk terus menaikan potensi permain mereka untuk pertandingan selanjutnya. Apalagi dalam pertandingan melawan Tantowi/Liliyana tadi mereka mengaku mendapatkan lagi pengalaman yang luar biasa dari juara Olimpiade Rio Jeneiro 2016 Brasil tersebut.

“Bagaimanapun kita tetap bersyukur ya. Sekarang tinggal bagaimana kita bisa menaikan perfoma permainan kita agar pada laga selanjutnya kita dapat bermain jauh lebih baik dari saat ini. Apalagi pada pertandingan tadi dengan secara tidak langsung kita sudah mendapat banyak ilmu dari bang Owi dan dan mbak Butut. Menurut saya itu yang paling penting saat ini.” Papar Hafiz.