BREAKINGNEWS.CO.ID - Ancaman tembak di tempat terhadap pelaku kriminal jalanan, tak membuat aksi kejahatan surut. Dua pelaku penjambretan, OS (24 tahun) dan MDR (17), berakhir menjalani aksinya di sel tahanan. Keduanya ditangkap usai merebut telepon genggam korban yang gagal dijambret. Mereka ditangkap Polsek Bantar Gebang Bekasi saat menjambret di Jalan SMP 10 Kampung Cibitung RT 03/06 Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jumat (5/7/2018).

Dalam beraksi, kedua pelaku selalu berboncengan menggunakan Yamaha Mio Soul warna hijau. Niat jahat keduanya muncul tatkala menyaksikan seorang anak kecil sedang duduk di depan rumah sembari memainkan handphone. Keduanya lantas menghampirinya, lalu berpura-pura menanyakan alamat ke orangtua anak. "Jadi yang satu pura-pura bertanya alamat ke orangtua anak yang megang HP, sementara pelaku lainnya mengambil HP yang sedang dipegang anaknya, kemudian langsung kabur," jelas Kapolsek Bantar Gebang Kompol Siswo di Mapolsek Bantar Gebang kepada wartawan, Jumat (7/7/1018) di Bekasi.

Sang Suami, Edi Sugianto,  baru menyadari HP yang dipegang anaknya berpindah tangan saat pelaku begegas pergi. Ia pun lantang berteriak hingga mengundang perhatian warga sekitar yang membantu mengejar pelaku. Kebetulan, tak jauh dari lokasi ada petugas kepolisian, yang langsung ikut mengejar pelaku dan berhasil ditangkap.
"Kedua pelaku kita tangkap setelah sempat kejar-kejaran. Pelaku akhirnya ditangkap setelah tersungkur dan terjatuh dari kendaraannya," ujar Kapolsek.

Siswo tunjukkan barang bukti penjambretan. (foto: istimewa)


Siswo menjelaskan bahwa kedua pelaku merupakan pemain lama dan telah melakukan aksinya sebanyak 15 kali. Mereka melakukan aksinya di daerah Pondok Gede, Galaxy, Bantar Gebang, dan beberapa kali di Jakarta. "Mereka berkeliling mencari korbannya yang lengah. Target mereka anak muda, anak kecil yang sedang menggunakan HP, atau ibu-ibu yang menggunakan tas berselempang saat di motor," Siswo menjelaskan.

Kapolsek menghimbau masyarakat lebih waspada dan berhati-hati saat berkendara atau di jalan. "Jangan main HP saat di jalan. Jangan biarkan anak kecil bermain HP dilepas begitu saja, lebih baik bermain di dalam rumah," ujar Siswo. "Kemudian buat ibu-ibu, tasnya jangan diselempangkan ke belakang saat berkendara di motor. Kita akan terus rutin patroli, dan akan kita terus buru pelaku penjambretan ini. Kita tidak beri ampun, kalau mereka pakai kekerasan dan kasar, kita juga tindak tegas," sambung Kapolsek.

Dari penangkapan itu polisi menyita barang bukti yang diamankan polisi dari tangan pelaku adalah satu unit HP merek Oppo, dan uang tunai Rp600 ribu. Kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHPidana tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.