BREAKINGNEWS.CO.ID - Sabuk juara World Boxing Council (WBC) Asia Pasifik Welter ringan kelas 63,5 kg sedang tak bertuan. Kesempatan itu ingin dimanfaatkan oleh petinju profesional asal Papua, Geisler Ap. Syaratnya, Geisler harus mengalahkan petinju asal Thailand, Thoedsak Sinam. Laga keduanya dijadwalkan bakal berlangsung 30 Maret 2019 di Balai Kartini, Jakarta.

Geisler mengaku untuk menghadapi pertandingan tersebut telah melakukan persiapan sejak Januari 2019. Hanya saja, perihal kekuatan dan kelemahan lawan, Geisler belum mengetahuinya. "Sulit saya temukan informasi tentang dirinya. Saya tidak menemukan video-video pertandingan dari lawan," kata Geisler di Kantor Kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora), Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Kendati demikian, Geisler tetap omptisitis meraih kemenangan, bahkan dapat menyudahi perlawanan Thoedsak Sinam lebih cepat. "Saya ingin buktikan, bahwa orang Papua bisa menjadi juara dan bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Saya targetkan menang Knockout alias KO pada ronde ketiga dari 12 ronde," tegasnya.

Jalan Menuju Tinju Dunia

Jika bisa mengalahkan Thoedsak Sinam dan meraih gelar, Geisler berpeluang besar untuk melaju ke tinju dunia World Boxing Association (WBA) di Las Vegas, Amerika Serikat. "Setelah berhasil meraih juara saya harus mengikuti tiga pertandingan untuk mempertahankan gelar. Dan jika menang dalam tiga partai ini, saya akan berhadapan dengan Daud Jordan. Kemudian, saya baru bisa tampil di Las Vegas," kata Geisler.

Di sisi lain, Geisler saat ini sedang bergerilya untuk mendapatkan uang Rp200 juta supaya dapat tampil di perebutan gelar WBC Asia Pasifik. Sore tadi, dia bersama dengan manajernya, Yamender Yansemen menyambangi Kemenpora untuk bertemu dengan Menpora Imam Nahrawi, melalui Asisten Deputi Industri dan Promosi Olaharga Kemenpora, Sandi Suwardi Hasan bertekad untuk mendukung Geisler.

"Kemenpora menyambut hal ini dengan positif dan berharap banyak nanti tumbuh dan berkembang atlet tinju amatir dan profesional yang lahir dari Indonesia bagian timur," kata Sandi menirukan ucapan Imam Nahrawi.

Imam Nahrawi, lanjut Sandi, berpesan kepada Geisler untuk supaya dapat menjaga emosi dalam pertandingan. Menurutnya, banyak petinju yang justru kalah karena gagal melawan emosi dirinya sendiri dan menjadi celah sehingga lawan dapat memaksimalkannya. "Pak Menteri Imam Nahrawi berpesan kepada Geisler untuk berlatih yang baik dan tentunya menjadi juara," ucapnya.