BREAKINGNEWS.CO.ID - Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa pidato kebangsaan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang akan disampaikan malam nanti merupakan jawaban atas masalah yang tengah dihadapi bangsa saat ini.

Menurut Ferdinand, pidato yang akan disampaikan itu juga merupakan bentuk pemaparan visi misi yang menjadi solusi seluruh masalah bangsa tersebut.

"Pidato ini juga akan menegaskan sikap kami, bahwa kami tidak akan kompromi dengan segala kecurangan yang bila terjadi dan dilakukan secara sitematis oleh penguasa, maka kami akan mengambil langkah-langkah yang kami anggap perlu," kata Ferdinand kepada breakingnews.co.id saat dihubungi, Senin (14/1/2019).

Selain itu, Ferdinand yang juga menjabat sebagai Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat itu mengatakan bahwa pidato yang akan disampaikan oleh mantan Danjen Kopassus itu akan mengubah sejarah bangsa ke depan.

"Bahwa pemilih mengambang dan pemilih Jokowi (capres nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi) yang belum yakin penuh ke Jokowi akan berpindah dukungan dan memilih Pak Prabowo. Ini lah perubahan sejarah bangsa," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Prabowo Subianto malam ini dijadwalkan akan memberikan pidato kebangsaan yang mengangkat tema 'Indonesia Menang'. Namun, jelang pidato tersebut, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Jenderal (Purn) Djoko Santoso, pun membocorkan sedikit isi pidato itu.

Menurutnya, Prabowo sendiri akan menyatakan mundur jika potensi kecurangan tak bisa dihindari di Pilpres 2019 ini. "Jadi supaya tidak terkejut, barangkali kalau tetap nanti disampaikan Pak Prabowo, pernyataan terakhir beliau (Prabowo Subianto) adalah kalau memang potensi kecurangan itu tidak bisa dihindarkan, Pak Prabowo akan mengundurkan diri," kata Djoko kepada wartawan, Minggu (13/1/2019) kemarin.

Selain itu, Djoko yang akrab disapa Djoksan itu pun kembali menyinggung soal aturan untuk orang gila nyoblos. Menurutnya hal tersebut adalah sesuatu yang luar biasa, dikaitkan dalam konteks indikasi kecurangan.

"Karena memang ini sudah luar biasa. Masa orang gila suruh nyoblos. Cuma kita mengajar kepada yang muda untuk berpikir objektif, berpikir positif tadi," ujarnya. "Tuhan saja tidak memberi tanggung jawab kepada orang gila, masa kita memberi tanggung jawab nyoblos," sambung mantan Panglima TNI itu.

Untuk itu, dirinya kembali menegaskan soal Prabowo akan menyampaikan mundur jika ditemukan indikasi kecurangan. Dia menyatakan dirinya dan Prabowo tak takut dipidana karena mengundurkan diri dari pemilu. "Selama 18 tahun kita masuk di Akademi Militer. Kok hanya dipidana, nyawa juga pasti kita diserahkan untuk negara dan bangsa ini," ujar Djoko saat berkunjung ke Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/1).