BREAKINGNEWS.CO.ID - Kepolisian Resort Jakarta Pusat masih melakukan pengejaran terhadap satu orang tersangka yang melarikan diri dalam kasus narkoba yang diduga melibatkan tiga anggota DPRD Boalemo, Gorontalo dan seorang aparat sipim negara (ASN). Mereka ditangkap aparat kepolisian pada Rabu (18/3/2020) di salah satu hotel, di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. 

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Susatyo ketika dihubungi Breakingnews.co.id membenarkan adanya penangkapan keempat tersangka yang diduga kasus narkoba di sebuah hotel di kawasan Jakarta Pusat. Namun Susatyo membantah dan mengaku tidak pernah menyebut keempatnya adalah anggota dewan. "Dalam rilis tadi sore saya tidak menyebut anggota anggota dewan, anda yang menyebut ya," ucapnya dari ujung telpon saat dihubungi Senin (23/3/2020) sore.
 
Ia mengatakan para tersangka ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat. Keempat pelaku adalah LM (45), AL (41), RT (28) dan WY (24). Sedangkan seorang lainnya, HS masih dalam pengejaran petugas. Susatyo juga mengaku dalam penangkapan tersebut tidak terbukti ada barang bukti namun positif mengkonsumsi narkoba.

"Setelah dilakukan tes urin, keempat pelaku positif metaphitamine. Hari ini, kami telah melakukan koordinasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara untuk melakukan assessment terhadap keempat tersangka. Kalau hasilnya rendah atau masih dalam fase coba-coba, maka akan dilakukan rehabilitasi di RS Bhayangkara," katanya.

Susatyo menambahkan, dari pemeriksaan anggotanya ditemukan barang bukti bong yang baru selesai digunakan. "Jadi, meskipun pada tersangka berasal dari Gorontalo, tetapi mereka adalah tersangka di Polres Metro Jakarta Pusat," lanjutnya.

Mengenai penutupan sejumlah akses ke ibu kota karena Corona Covid-19, Wakapolres Metro Jakarta Pusat mengungkapkan, bahwa pihaknya sangat menyayangkan kejadian ini.

"Tentunya kami sangat menyayangkan kejadian ini, karena situasi saat ini sedang darurat Covid-19. Kami akan mendalami kegiatan mereka di Jakarta ini. Apakah sedang dalam perjalanan dinas atau apa, kami masih mendalaminya," ujarnya.

Ia menyampaikan, bahwa keempat pelaku menggunakan hanya untuk coba-coba dan akan dilakukan rehabilitasi. "Mereka murni hanya pemakai. Mereka memakai narkoba di tempat hiburan dan hotel untuk kesenangan," tambahnya.