BREAKINGNEWS.CO.ID -  Dua  tim debutan akan meramaikan perhelatan kompetisi sepakbola antar perguruan tinggi Liga Mahasiswa (LIMA) Footbal Greater Jakarta Conference 2019. Mereka adalah kesebelasan  Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Universitas Al Azhar Indonesia (UIA) yang siap bersaing untuk menjadi yang terbaik  dengan empat tim lain yang sudah lebih dahulu berpartispasi yakni , UIN (Universita Islam Negeri), UNJ (Universitas Negeri Jakarta), UMJ (Universitas Muhammadiyah Jakarta)  dan UBL (Universitas Budi Luhur). 

Ajang yang bertajuk  LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference Season 7 tersebut  akan  berlangsung pada 26 Agustus-2 September  di Lapangan Sepakbola Kampus Universitas Muhammadiyah, Cirendeu, Tangerang Selatan..

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang berstatus juara bertahan, dipastikan telah mempersiapkan diri sebaik-baiknya guna mempertahankan dominasi yang telah mereka tancapkan. Patut kita tunggu, apakah mereka memasukkan pemain baru atau justru tetap bertumpu kepada muka-muka yang tahun lalu telah mengantarkan tim kampus ini ke tangga juara. Patut juga kita lihat, siapa sosok yang akan mencuri  perhatian lewat aksi mereka di lapangan.

Sementara  UMJ yang bertindak selaku tuan rumah, tentu tidak ingin tampil memalukan di depan civitas akademika sendiri. Modal mereka juga lebih dari cukup, karena pada perhelatan tahun lalu sejumlah penghargaan  individual berhasil disabet, seperti  Best Player untuk pemain mereka Tio Darmawan. Ia mendampingi peraih penghargaan pencetak gol terbanyak  atau top scorer yang disabet oleh Bima Fachri dari  UNJ.

Patut dinantikan pula aksi mahasiswa baru Universitas Budi Luhur (UBL) seperti Irwanto Bajo, Haikal Iftikar, dan Alfin Egi Amirrawan yang masih dalam tahap seleksi untuk PON 2020 di tim Pra-PON DKI Jakarta.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan turnamen sepak bola, LIMA Football sudah diikuti oleh 17 universitas, 754 peserta, dan 463 student-athlete dengan 72 pertandingan. Tahun ini, LIMA Football akan dimulai di regional Jakarta Raya. Cabang sepkabola adalah lanjutan kompetisi yang ada dalam agenda Liga Mahasiswa, setelah dua pekan sebelumnya telah menyelesaikan cabang olahraga Basketball.

Sebagai wadah untuk para mahasiswa berkarya di bidang olahraga, LIMA berharap mampu memotivasi mereka untuk lebih berprestasi dan memiliki kepedulian sosial. Hal tersebut dapat dilihat lewat kegiatan-kegiatan yang dijalankan LIMA. Para mahasiswa yang ingin mendaftar harus memiliki IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang sudah menjadi standar LIMA. Untuk mengasah kepedulian sosial, setiap student-athlete harus melakukan kegiatan sosial sebelum bergabung dalam kompetisi.

“Liga Mahasiswa menjadi wadah yang positif untuk para mahasiswa. Mereka bisa mengembangkan bakatnya lewat kompetisi ini. Selain itu, di LIMA ini, para student-athlete juga dituntut untuk memiliki kepedulian sosial. Hal tersebut merupakan sesuatu yang baik sehingga nantinya akan berdampak ke masa depan mereka,” kata Misriadi, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMJ.

Selain menjadi platform untuk para mahasiswa-atlet, LIMA juga mewadahi para mahasiswa non-olahraga, seperti dalam LIMA Training and Workshop (LTW). Apabila kompetisi bertujuan untuk meningkatkan hard skill, maka lewat LTW ini diharapkan dapat mengembangkan soft skill para mahasiswa.