JAKARTA - Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin meminta masjid tidak dipakai untuk kegiatan politik. Syafruddin menyebutkan DMI harusnya menjadi fasilitator permasalahan yang berada di masjid.

"Ya janganlah, politik jangan dibawa ke masjid," kata Syafruddin dalam acara forum kewirausahaan pemuda Islam di Perpustakaan Nasional, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (15/4/2018).

Syafruddin enggan memberi komentar pihak-pihak tertentu yang melakukan mobilisasi massa di masjid. Dia hanya berkomentar peranan DMI yaitu fasilitator warga dalam memakai masjid.

"Pokoknya ya Dewan Masjid jadi fasilitator. Kita nggak boleh natur-atur masjid," kata pria yang menjabat sebagai Wakapolri ini.

Penggunaan tempat beribadah untuk kegiatan kampanye dilarang keras. Hal itu termaktub dalam pasal 68 ayat (1) poin j PKPU Nomor 4/2017 tentang kampanye Pilgub, Pilbup, serta Pilwalkot yang berbunyi :

Pasal 68

(1) Dalam kampanye dilarang:

j. menggunakan tempat ibadah dan tempat pendidikan.