JAKARTA-Pukul 12.45 WIB, Selasa (3/10/2017), nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 40 poin atau 0,30% ke level Rp13.580 per dolar AS. Satu jam sebelumnya, pukul 11.45 WIB, kurs rupiah di pasar spot melemah 0,18% atau 25 poin ke level Rp13.565 per dolar AS. Pukul 10.45 WIB, pelemahan bahkan lebih tinggi, 31 poin. Saat pembukaan pasar spot, pukul 08.00 WIB, nilai tukar rupiah melemah 34 poin atau 0,25% ke level Rp13.574 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan sehari sebelumnyam Senin (2/10/2017), di tengah depresiasi mayoritas mata uang di Asia terhadap dolar AS.

Rupiah ditutup melemah 0,50% atau 68 poin di Rp13.540 per dolar AS, setelah dibuka dengan pelemahan tipis 0,04% atau 6 poin di Rp13.478

Adapun pada perdagangan Jumat (29/9), rupiah berakhir menguat 0,32% atau 43 poin di posisi 13.472 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.475 – Rp13.578 per dolar AS.

Menurut ekonom ING, Joey Cuyegkeng, pelemahan rupiah dipengaruhi kebijakan fiskal dan moneter Amerika Serikat (AS).

“Bank Indonesia mungkin akan lebih berhati-hati saat rupiah melemah akibat kebijakan moneter dan fiskal AS dan karena investor mengambil untung dalam obligasi pemerintah daerah,” kata Cuyegkeng, seperti dikutip dari Bloomberg.

Rupiah memimpin pelemahan mayoritas kurs Asia, diikuti peso Filipina sebesar 0,44% dan dolar Taiwan yang melemah 0,36%.

Adapun rupee India dan renminbi China masing-masing terpantau menguat 0,35% dan 0,12%.

Mata uang emerging markets di Asia melemah, memperpanjang aksi jual pekan lalu, saat tren penguatan dolar AS berlanjut seiring dengan optimisme bahwa Presiden AS Donald Trumo akan membuat kemajuan dalam rencana reformasi pajaknya.

“Mata uang Asia lemah karena dolar AS tetap mendapatkan dukungan,” kata Sook Mei Leong, kepala riset pasar global Asia Tenggara di Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ. “Pasar melihat pemulihan dalam pembelian dolar. Masih ada juga ekspektasi penaikan suku bunga Fed.”

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama menanjak 0,60% atau 0,557 poin ke 93,633.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,06% atau 0,058 poin di level 93,134, setelah pada perdagangan Jumat (29/9) berakhir turun tipis 0,01% di posisi 93,076.