BREAKINGNEWS.CO.ID – Pada pembukaan perdagangan Senin (12/8/2019) pagi, nilai tukar rupiah tercatat merosot. Rupiah diperdagangan dipasarkan pada posisi Rp14.205 per dolar AS. Rupiah melemah 0,08 persen dibandingkan penutupan pada Jumat (9/8/2019), yakni Rp14.194 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan perang dagang antara AS dan Cina menjadi sentimen utama pelemahan rupiah pagi ini.  Akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengaku tidak siap untuk membuat kesepakatan dagang dengan Cina. Bahkan, ia meragukan negosiasi dagang yang akan dilakukan September mendatang.

Trump kemudian memposting pernyataan di akun Twitter pribadinya yang menyatakan bahwa Cina sangat ingin kesepakatan terjadi lantaran banyak korporasi yang memindahkan basis produksinya dari Cina gara-gara tarif impor AS. Jika tidak ada cuitan ini, rupiah seharusnya masih melanjutkan penguatan yang terjadi akhir pekan lalu.

"(Padahal) kalau tidak ada tweet dadakan dari Trump tentang perang dagang atau konflik lainnya, sentimen positif akan berlanjut di hari ini," jelas Ariston, Senin (12/8/2019).

 

Namun tak haknya rupiah saja. Sejumlah mata uang Asia pagi hari ini, juga mayoritas melemah terhadap dolar AS. Seperti, baht Thailand melemah 0,14 persen, dolar Singapura melemah 0,17 persen, peso Filipina melemah 0,24 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,52 persen.

Namun hal itu tak terjadi pada dolar Hong Kong yang menguat 0,04 persen. Sementara  ringgit Malaysia menguat 0,04 persen, dan yen Jepang menguat 0,23 persen. Begitu pula dengan sejumlah mata uang negara maju, seperti euro dan poundsterling Inggris masing-masing menguat 0,07 persen dan 0,05 persen terhadap dolar AS. Namun, dolar Australia melemah 0,09 persen.

 

Data defisit transaksi berjalan kuartal II yang membengkak dibanding kuartal sebelumnya juga menjadi katalis negatif bagi rupiah. Bank Indonesia (BI) mencatat, defisit transaksi berjalan di kuartal II 2019 sebesar 3,04 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau melebar dari triwulan sebelumnya 2,6 persen. "Jadi pada hari ini, rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.150 hingga Rp14.240 per dolar AS," ucap Ariston.