BREAKINGNEWS.CO.ID - CEO maskapai Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam mengatakan bahwa pilot penerbangan ET 302 yang terjatuh pada Minggu (10/3/2019) pagi, sempat memberikan laporan ada kendala teknis dan meminta izin untuk kembali ke Addis Ababa.

Pada catatan pengendali lalu lintas udara, kata GebreMariam, pilot kemudian diberi izin untuk kembali. "Pilot senior Ethiopian Airlines telah terbang lebih dari 8.000 jam. Dia memiliki rekor terbang yang sangat baik," kata Gebremariam dalam konferensi pers sebagaimana dikutip dari CNN, Senin (11/3/2019).

Akan tetapi, dia mengatakan kendala teknis yang dialami pilot itu masih diselidiki. "Kami belum bisa menyimpulkan, meski benar bahwa pilot sempat meminta izin untuk kembali ke Addis Ababa, sebelum kemudian jatuh," ujar Gebremariam. Burung besi itu rencananya terbang menuju Nairobi, Kenya, dengan membawa 149 penumpang dan 8 awak kabin yang seluruhnya dikonfirmasi meninggal dunia.

Pesawat kehilangan kontak pukul 08:44 waktu setempat setelah lepas landas pukul 08:38 dari Bandara Internasional Bole di Ibu Kota Ethiopia. "Seperti yang saya katakan, itu adalah pesawat baru tanpa gangguan teknis, serta diterbangkan oleh pilot senior," tegas Gebremariam soal kelaikan terbang pesawat tersebut.

Dia juga mengonfirmasi, Ethiopian Airlines memiliki 6 pesawat 737 Max 8 lainnya yang sedang beroperasi. Ditanya tentang apakah perusahaan akan menghentikan operasional seluruh pesawat jenis terkait, Gebremariam menjelaskan, pihaknya belum memikirkan hal itu sebelum penyebab kecelakaan diketahui.

Kecelakaan Kedua Pesawat Boeing 737 Max 8

Untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari enam bulan, sebuah pesawat baru keluaran Boeing jatuh beberapa menit setelah lepas landas. Tragedi Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3) terjadi beberapa bulan setelah penerbangan Lion Air jatuh di atas Laut Jawa pada akhir Oktober 2018 lalu, menewaskan sebanyak 189 orang di dalamnya.

Belum ada dugaan tentang apa yang menyebabkan kecelakaan terbaru, dan tidak ada bukti bahwa kedua insiden tersebut berkaitan. Semua yang diketahui, bagaimanapun, adalah bahwa kedua penerbangan berlangsung di Boeing 737 MAX 8, model baru dari raksasa penerbangan Amerika Serikat (AS) yang paling diminati, lapor CNN. Jenis pesawat itu telah mengudara kurang dari dua tahun lalu.

Pesawat yang jatuh pada Minggu pagi dikirim ke Ethiopian Airlines pada November. Dalam sebuah pernyataan, Boeing mengatakan sangat berbela sungkawa tehadap tewasnya seluruh penumpang penerbangan ET 858.

"Kami menyampaikan simpati tulus kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari penumpang dan awak pesawat, serta siap mendukung penanganan oleh pihak Ethiopian Airlines. Tim teknis Boeing siap memberikan bantuan teknis atas permintaan dan di bawah arahan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS," kata perusahaan itu.