BREAKINGNEWS.CO.ID- Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menegaskan, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sudah dapat dimasukkan sebagai seorang pengacau negara, sehingga harus ditangkap dengan pasal-pasal yang sesuai dengan pelanggarannya.
 
"Kalau Rizieq Shihab juga propaganda, menghasut, melakukan pengacauan terhadap negara. Ini musuh negara, ingin menghancurkan negara. Harus ditindak," ujar Boni dalam seri diskusi XXVI Merawat keIndonesiaan di Plaza Central, Jakarta, Sabtu (11/5/2019).
 
Boni mengatakan, masyarakat berusaha dihipnotis untuk saling membenci. Dilakukan dengan membenturkan istilah yang memperuncing dan membenturkan perbedaan. Padahal Indonesia berdiri dengan Bhinneka Tunggal Ika.
 
Ia menilai, ada potensi makar yang dilakukan dan dapat menimbulkan kerusuhan. "Maka Kivlan Zen, sebentar lagi Egi Sudjana, juga Rizieq Shihab. Harus ditindak demi menjaga keamanan sosial. Asalkan pasalnya jelas. Sebab demokrasi ada aturan mainnya," kata Boni.
 
Bagi Boni, saat ini aparat keamanan dipersimpangan. Bertindak tegas dibilang negara zolim, kalau tidak bertindak negara mengalami kekacauan.
 
Boni menilai dukungan masyarakat sangat penting dan sangat berharga bagi aparat keamanan dan juga penyelenggara pemilu. Dukungan moral dan ucapa terimakasih yang dilakukan secara massif akan memberikan kekayakinan bahwa kita ini benar.
 
"Kalau mereka saja berani militan melawan prinsip negara kita, kenapa kita juga tak solid dan militan," tegas Boni.
 
Lebih jauh Boni menilai, demokrasi di Indonesia meninggalkan dua masalah yang terjadi hingga saat ini. Pertama problem elit, yakni ada pebisnis politik yang ingin diselamatkan kepentingan bisnis dan ekonominya. Sedangkan di sisi lain ada kebangkitan politik identitas, dalam pengertian terendah terkait radikalisme religius.
 
Diketahui, diskusi tersebut bertajuk Gejolak Pemilu 2019: Problem Demokrasi Elektoral atau Sekedar Mainan Bandar Politik. Bersama Boni, hadir Guru Besar FISIP UI Arbi Sanit, Deklarator Pemenangan Prabowo-Sandi Adhie M. Massardie, Peneliti LIPI Indria Samego, Bekas Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay. Sedangkan moderatornya adalah finalis Abang None Jakarta Pusat 2019, Ghivani Adilah Irwanda.