BREAKINGNEWS.CO.ID - Sebanyak 18.000 ton kandungan elminit dan pasir zirkon yang dikemas dalam karung berukuran jumbo dan diduga tidak dilengkapi dokumen, terlihat melakukan aktifitas muat barang di Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang. 

Pejabat Harian Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) IV Pangkalbalam, Hasoloan Siregar menyebutkan, setidaknya ada empat dokumen yang harus dilengkapi ketika mengirim kandungan mineral melalui pelabuhan, yakn;

1. Surat Keterangan Perusahaan (SKP) awal.
 
2. Hasil uji laboratorium untuk mengetahui jenis barang.

3. Laporan pemeriksaan hasil surveyor.

4. Bukti setor pajak daerah dan SKP akhir. 

“Uji lab untuk itu jenis barang, laporan hasil surveyor dan bukti setor pajak daerah untuk jumlah barang,” paparnya kepada wartawan, Senin (8/7/2019).

Hasoloan mengaku kaget terkait lolosnya puluhan truk diduga bermuatan elminit dan zirkon di area Pelabuhan Pangkalbalam. Ia memastikan jika kandungan mineral tersebut dipastikan tidak memiliki dokumen lengkap. "Barang tadi seharusnya tidak bisa dimuat," ujarnya.

Hasoloan mengatakan tidak tahu kalau barang mineral yang dikirim tidak dilengkapi dokumen. “Kita baru tahu dari agen (pelayaran) akan ada pengiriman, nama agennya LMP cuman belum ada dokumen kesyahbandarannya,” katanya.

Dari pantauan wartawan di pelabuhan Pangkalbalam, hingga berita ini diturunkan muatan dalam truk di jumbo bag tersebut tengah dimuat ke dalam tongkang.

Aktivitas muat zirkon dilakukan dengan sejumlah alat berat meski tanpa dokumen lengkap. Zirkon tersebut rencananya akan dikirim ke jakarta menggunakan Kapal Tongkang Mandiri 33.

“Tadi memang ada pengurusnya datang ke kita (KSOP IV Pangkalbalam), tapi kita sudah minta dokumennya belum ada,” tambahnya.

Dari informasi yang berhasil ditelusuri, barang mineral itu diduga milik PT Indomas. Sedangkan jumlah barang yang akan dimuat berkisar hingga 18.000 ton, secara estafet. “Kalau sebelumnya ada yang ngirim zirkon tapi dokumennya lengkap, bukan seperti ini,” ucap Hasoloan.