BREAKINGNEWS.CO.ID - Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo meminta maaf kepada para nasabah. Permintraan maaf ini sehubungan dengan adanya perubahan pada saldo rekening sejumlah nasabah pada Sabtu (20/7/2019).  Baik itu yang hilang, seluruhnya atau sebagain, mau pun yang tiba-tiba bertambah tanpa disadari.

Pernyataan itu diunggahnya dalam akun instagramnya pada Sabtu (20/7/2019). Dalam unggahannya tersebut Kartika menjelaskan adanya kesalahan sistem perpindahan data yang membuat bank Mandiri harus menutup seluruh layanannya.

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas gangguan layanan kami hari ini. Seperti ramai di media sosial sejak pagi tadi ada kurang lebih 10 persen nasabah Mandiri yang mengalami perubahan saldo (berkurang, bertambah, atau nol)," ujar Kartiko dari akun Instagram pribadinya, Minggu (21/7/2019).

 

 
 
 
View this post on Instagram

Kami memohon maaf sebesar2nya atas gangguan layanan kami hari ini. Seperti ramai di media sosial sejak pagi tadi ada kurang lebih 10% nasabah Mandiri yang megalami perubahan saldo (berkurang, bertambah, atau nol). Beberapa jam ini kami menutup seluruh layanan untuk menormalisasi saldo nasabah, dan saat ini semua layanan telah kembali aktif. Dalam mengelola institusi yang memberikan layanan kepada publik, kami memahami kekurangan kami, dan akan terus meningkatkan kualitas maupun stabilitas dari seluruh kanal layanan. Masukan, kritik, dan teguran dari nasabah, stakeholders, maupun masyarakat kami terima dengan baik, dan kami berterimakasih, karena hal itu menambah semangat kami untuk memperbaiki diri dan menjadi lebih baik. #bankmandiri #mandiriantangguh #memenuhikebutuhanpelanggan

A post shared by Kartika Wirjoatmodjo (@tiko1973) on

Sementara Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan telah terjadi error dalam sistem perpindahan data bank pelat merah tersebut. "Saat ini kami informasikan dan tegaskan bahwa perubahan tersebut terjadi pada saat perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan di akhir hari," ujarnya.

Kini Bank Mandiri menjamin saldo nasabah yang raib akan kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama. "Menjamin saldo nasabah akan segera pulih dalam waktu 2-3 jam ke depan," ujar Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas dalam keterangannya kepada media, Sabtu (20/7/2019).

Selanjutnya Bank Mandiri mempersilakan nasabah yang ingin melakukan pengecekan rekening tabungan ke kantor cabang Bank Mandiri. Rohan juga meminta nasabah untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Namun kejadian tak mengenakan yang dialami nasabah Bank Mandiri ini diyakini akan membuat beragama persepsi. Salah satunya tingkat kepercayaan nasabah Bank Mandiri akan mengalami penurunan. Bisa jadi mereka akan mempertanyakan sistem keamanan bank tersebut. Pasalnya bukan tidak mungkin hal serupa akan terjadi pada masa mendatang.

Tingkat Kepercayaan Turun 

Bank Mandiri adalah bank nasional yang memiliki jutaan nasabah serta mengelola dana triliunan dari masyarakat. Setelah kejadian itu, profesionalisme Bank Mandiri dalam mengelola dana tersebut layak dipertanyakan.

Menurut Juru bicara PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Sigit Widodo, kesalahan sistem komputer Bank Mandiri berdampak buruk pada bank itu. Tingkat kepercayaan publik pada bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu bisa menurun drastis.

Apalagi sejak Jumat malam (19/7/2019), sebelumnya sudah banyak nasabah Bank Mandiri mengeluhkan tidak dapat melakukan transaksi perbankan. Beberapa nasabah melaporkan saldo rekeningnya berkurang, bahkan ada yang menjadi nol rupiah. Ada juga nasabah yang saldonya bertambah hingga puluhan juta rupiah.

“Perbankan adalah bisnis kepercayaan, jangan sampai kepercayaan nasabah pada Bank Mandiri hancur,” kata Sigit, di Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Ia juga mengungkapkan, berdasarkan keterangan Bank Mandiri, gangguan terjadi pada data saldo 10 persen nasabah saat pencadangan rutin dari core system ke backup system yang rutin dilakukan pada akhir hari. Bank Mandiri sudah meminta maaf dan menjamin sistem akan pulih dengan jumlah saldo yang benar dalam 2-3 jam.

Sigit beranggapan kesalahan semacam ini seharusnya bisa dihindari untuk bisnis perbankan. Keandalan sistem IT harus benar-benar dijaga. Bukan cuma soal saldo yang berubah, namun juga masalah kesulitan nasabah yang tidak dapat melakukan transaksi perbankan.

“Di era e-commerce yang membutuhkan transaksi 24 jam tanpa henti, gangguan yang lebih dari satu jam saja sangat merugikan nasabah. Apalagi ini sudah berlangsung berjam-jam. Bayangkan efeknya pada belanja online,” ucap Sigit.