BREAKINGNEWS.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi analis akan melaju di jalur hijau pada pasca libur tahun baru dan awal pekan kedua perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/1/2019).  

Peneliti bursa saham dari Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan aktivitas perdagangan cenderung sepi sepanjang pekan lalu. Kondisi itu tercermin dari nilai transaksi akhir pekan di bawah rata-rata hanya Rp5,73 triliun.

"Kami perkirakan IHSG akan bergerak menguat cenderung terbatas," katanya dalam risetnya yang dikutip Senin (6/1).

Ia meramal indeks saham bergerak di level support 6.263 dan resistance 6.350.

Dari  mancanegara,  ketegangan antara AS-Iran juga menyelimuti pasar, katanya. Kondisi Timur Tengah memanas pascatewasnya komandan Pasukan Quds Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Qasem Soleimani, akibat serangan udara AS di Bandara Baghdad, Irak, pada Jumat (3/1).

Serangan itu dikhawatirkan memicu aksi balasan dari Iran. "Akibatnya sebagian besar saham di Asia menghapus keuntungan," ujarnya.

Senada, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memproyeksi IHSG menguat pada awal pekan.

Ia  menyebut, kenaikan IHSG ditopang data inflasi 2019 yang cukup baik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Desember 2019 sebesar 0,34 persen. Secara tahunan, inflasi hanya 2,72 persen lebih rendah dari inflasi 2018 sebesar 3,13 persen dan 2017 yakni 3,61 persen.

Selain inflasi, laju indeks saham diperkuat dengan aliran modal asing masuk (capital inflow) ke pasar. Dalam sepekan, capital inflow di seluruh pasar terpantau sebesar Rp2,14 triliun. "Ini akan menopang kenaikan IHSG dalam beberapa waktu ke depan, " ujarnya.

Ia memperkirakan IHSG melaju di rentang support 6.198 dan resistance 6.402.

Pekan lalu, IHSG menghijau ke posisi 6.323. Indeks saham ditutup menguat 39,88 poin atau 0,63 persen pada perdagangan akhir pekan, Jumat (3/1). Namun demikian, IHSG justru mengalami koreksi 0,09 persen dalam sepekan.

Sementara itu, saham-saham Wall Street kompak melemah. Indeks Dow Jones turun 0,81 persen ke posisi 28.634, S&P 500 koreksi 0,71 persen menjadi 3.234, dan Nasdaq Composite melemah 0,79 persen menjadi 9.020.