JAKARTA - Rencana penambahan 400 personel marinir Amerika Serikat untuk ditempatkan di Norwegia sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pertahanan negara Skandinavia tersebut. Amerika Serikat sebelumnya sudah menempatkan sebanyak 300 personel marinirnya di Norwegia secara berkala. Penempatan pasukan itu dalam rangka untuk memberi pelatihan atau menggelar latihan bersama. Dengan penambahan 400 personel, maka Amerika Serikat keseluruhan memiliki 700 personel yang berada di Norwegia hingga lima tahun ke depan.

Dilansir CNN, Rabu (13/6/2018), Kementerian Pertahanan Norwegia menuturkan bahwa rombongan baru personel marinir AS ditempatkan di Setermoen di Troms. Sementara 300 personel marinir yang lebih dulu ada ditempatkan di Vaernes pada Januari 2017 di tengah meningkatnya ketegangan dengan Rusia menyusul aneksasi Rusia terhadap Krimea pada 2014 lalu.

Juru bicara Pentagon, Eric Pahon menyampaikan Kementerian Pertahanan AS menyambut baik sikap Norwegia menyetujui penambahan personel AS. Pahon menyebut persetujuan dari Norwegia itu memungkinkan AS ikut serta dalam latihan perang musim dingin sekaligus meningkatkan ikatan militer dengan militer Norwegia dalam membangun kesiapan untuk merespons di masa krisis. "Kami bersyukur pada pemerintah Norwegia yang sudah mengizinkan kami menggunakan Vaernes sebagai fasilitas pelatihan," kata Pahon.

Norwegia 

Penempatan pasukan AS di Norwegia bukan tanpa protes. Rusia sebelumnya sudah mengajukan protes terkait itu. Seorang politikus Rusia bahkan mengatakan bahwa penempatan pasukan AS tersebut akan menjadikan Norwegia sebagai target militer Rusia. Tidak hanya menggunakan fasilitas di darat, militer AS juga menggunakan fasilitas dalam gua bawah tanah Norwegia untuk menyiagakan tank serta persenjataan berat lain yang bisa digunakan saat terjadi krisis antara NATO dan Rusia.

"Pada masa krisis dan perang Norwegia akan mengandalkan kekuatan militer dari Amerika dan sekutu lainnya. Ini adalah inti kebijakan keamanan Norwegia dan didukung lebih jauh lagi lewat keanggotaan kami di NATO," kata Menteri Pertahanan Norwegia Frank Bakke-Jensen dalam pernyataan kepada CNN. Frank Bakke-Jensen menambahkan, "Korps marinir Amerika dan Norwegia telah memiliki hubungan panjang dan berjalan baik yang akan terus ditingkatkan ke depan. Kami akan melanjutkan dialog dengan Amerika dan korps marinir Amerika (USMC) untuk mencapai kesepakatan bersama dalam waktu dekat terkait kelanjutan dari aktivitas latihan dan pelatihan berkala ini."