BREAKINGNEWS.CO.ID - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengklaim elektabilitas partainya mengalami kenaikan yang signifikan. Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan pada acara silaturahmi akhir tahun di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Kamis (20/12/2018). Dikatakan Airlangga, pada awal tahun 2018, seiring dengan badai korupsi yang menerpa. Partai berlambang pohon beringin itu, kata Airlangga terpuruk di kisaran 7-8 persen pada titik nadir prahara di awal tahun ini.

"Berdasarkan survei internal Golkar menggunakan metode saint league melalui perhitungan per daerah pemilihan, elektabilitas partai kita ini terpuruk di kisaran 7-8 persen. Alhamdulillah, kini elektabilitas kita sudah naik dan perolehan kursi Partai Golkar kini telah meningkat cukup pesat, mencapai angka 16,8 persen," kata Airlangga kepada kadernya.

"Dari 15 persen di awal tahun maka November ini telah mencapai 75 persen. Hampir setahun kita bekerja keras dan alhamdulillah tanda-tandanya sudah cukup baik," ujarnya, menambahkan.

Airlangga, yang saat ini sudah setahun menjabat sebagai ketua umum, menyebut, perjalanan Golkar dalam setahun ini seperti lirik lagu Bohemian Rhapsody karya band legendaris dunia, Queen. "Semuanya harus mengakui perjalanan ini seperti lagu Bohemian Rhapsody, berbagai nuansa mulai dari melow, rock, pop dan bahagia ada semua di dalam lagu ini. Kita membentuk sebuah Rhapsody yang indah, tepat sejak setahun lalu menggelar Munaslub," kata Airlangga.

Airlangga terpilih lewat musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) di Jakarta Convention Center Senayan pada Rabu, 20 Desember 2017. Dia menggantikan Ketua Umum Golkar sebelumnya, Setya Novanto, yang terjerat kasus korupsi KTP elektronik.

Menurut Airlangga, berbagai tantangan melanda Golkar seperti puting beliung dalam setahun belakangan, namun Golkar mampu bertahan. "Kalau badai semacam itu menerpa partai lainnya, mungkin akan tumbang atau yang tersisa hanya nol koma. Tapi Golkar adalah partai yang kuat dengan akar yang menancap ke dalam. Kita bukan partai kemarin sore di tengah badai. Kita memang bergoyang, tapi tidak patah dan tidak tumbang," ujar Airlangga.