BREAKINGNEWS.CO.ID - Mantan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), MS Kaban mengatakan jika saat ini tidak ada lagi masalah soal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS). Kaban menilai jika Rizieq seharusnya sudah bisa kembali ke Tanah Air. Dirinya juga menilai jika negara wajib melindungi setiap warga negaranya.

"Saya melihat persolaan Habib Rizieq ini memang seharusnya tidak ada masalah. Kenapa? Karena Habib ini adalah dia pribumi asli, orang lahir, besar di Indonesia dan orang tuanya adalah pejuang dan ikut mendirikan republik Indonesia ini, jadi tugas negara itu harus melindungi warga negaranya," kata Kaban dalam diskusi yang membahas soal Rizieq di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019) kemarin.

Menurutnya, sulitnya Rizieq kembali ke Indonesia bukanlah karena masalah hukum. Melainkan karena adanya faktor ketidaksukaan terhadap Rizieq itu sendiri.

"Persoalan Habib Rizieq ini kalau saya melihat bukan persoalan hukum, ini hanya cenderung sudah masuk ada persoalan ketidaksukaan saja. Jadi persoalan like and dislike. Kenapa saya katakan tidak ada persoalan hukum? Karena sudah berkali-kali diumumkan bahwa Habib Rizieq itu sudah di SP3 dalam banyak persoalan-persoalannya, tapi ini terus diframing," ujarnya.

Untuk itu, mantan Menteri Kehutanan ini menegaskan, pemerintahan Jokowi harus segera menyelesaikan persoalan Habib Rizieq sehingga ia bisa kembali ke Indonesia.

"Sudah waktunya pemerintah harus segera menyelesaikan persoalan Habib ini, bahwa persoalan hukumnya menurut saya sudah tidak perlu ada yang dibesar-besarkan, ini semata-mata karena pemerintah sudah berbeda dengan Habib, harusnya persoalan ini dipelihara saja, kenapa Habib harus dihalang-halangi pulang?" tuturnya.

Senada dengan Kaban, mantan Aktivis 98 Sangap Surbakti menyebut, jika persoalan Habib Rizieq tidak diselesaikan secepatnya oleh pemerintah, maka hal tersebut bisa menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

"Jadi saya melihat kalau ini tidak ada political will dari pemerintah untuk Habib Rizieq, ini sama dengan membiarkan api dalam sekam buat bangsa ini. Kalau dibiarkan begini, ini tinggal menunggu triger saja, tinggal menunggu triger-nya, selesai barang ini, saya bilang," terangnya.

"Jadi buat saya harus ada pemerintah yang mempunyai sikap tentang ini. Kalau Jokowi berani mengambil sikap atau bisa mengelola konflik di internalnya mengenai Habib Rizieq, selesai. Benar seperti kata bang Kaban itu, dia tinggal panggil orang disekitarnya selesaikan, dia kasih tugas, kalau gak mau resuffle, selesai. Lho anda pembantu saya, saya presiden, anda tidak melaksankan anda pergi," jelas Sangap.

Harapan yang sama agar persoalan Habib Rizieq segera diselesaikan, juga diungkapkan oleh eks Ketua Komnas HAM Hafidz Abbas. Menurutnya, penyelesaian persoalan Habib Rizieq merupakan bagian dari upaya untuk menyejukkan situasi bangsa ini.

"Jadi Habib Rizieq kalau memang tidak salah ya sudahlah, jangan lagi diperlakukan aneh-aneh, apalagi SP3-nya sudah diberlakukan. Kata Istana, Pak Moeldoko bahwa ini tidak pernah dilarang balik, dan kalau ini bisa dipastikan tidak ada tendensi-tendensi atau kepentingan-kepentingan yang sifatnya tendensius, saya kira kita
bisa berhasil menyejukkan bangsa ini," imbuhnya.

Sementara itu, sebagai penggagas diskusi, Lieus Sungkharisma menegaskan jika dirinya berharap Habib Rizieq bisa kembali ke Tanah Air. Alasannya, karena umat sudah merindukan sosok Imam Besar FPI itu. Bahkan Lieus menilai jika Rizieq merupakan sosok panutan bagi banyak orang.

"Kalau saya lihat dari pakar-pakar tadi bilang kan mestinya sudah selesai, karena itu kita berharap Habib Rizieq  secepatnya kembali dan berkumpul bersama kita. Karena umat dan rakyat Indonesia merindukan kehadirannya disini. Beliau adalah tokoh yang menjadi panutan banyak orang," tutup Lieus.