BREAKINGNEWS.CO.ID – Pembalap Moster Yamaha Tech 3, Johann Zarco mengaku sangat sedih karena YRZ-M1 tunggangannya tak mampu bersaing dengan para rival pada seri balapan MotoGP San Marino 2018 pada Minggu (9/9/2018) di sirkuit Misano Marco Simoncelli, San Matino, Italia.

Dalam balapan tersebut, Zarco harus puas finis di urutan ke-10. Itupun dikarenakan pembalap Ducati Team. Jorge Lorenzo yang jauh berada di depannya mengalami kecelakaan tunggal pada dua lap tersisa dari 27 lap yang berlangsung. Hasil tersebut targetnya untuk finis di posisi runner-up di papan klasemen akhir pun meleset jauh. Bahkan saat ini pembalap berkebangsaan Prancis itu melorot ke peringkat tujuh.

“Saya tahu titik lemah yang kami miliki. Anda akan memasuki tikungan seperti yang lain, Anda membuka gas persis sama dengan yang lain dan Anda kehilangan waktu,” keluhnya, dikutip Motorsport.com.

“Sulit untuk menerima tetapi saya harus menerimanya dan kemudian tetap bekerja, serta berusaha untuk selalu menemukan kesenangan pada motor dan feeling yang baik. Selama latihan kami dapat memiliki feeling itu kurang lebih namun ketika selama balapan harus menempuh banyak lap berturut-turut, maka saat itu menjadi sangat sulit. Saya berada di belakang yang lain dan [tiba-tiba] saya tidak bisa bertehan dengan mereka. Itulah poin yang membuat saya sedih ketika saya berpacu, untuk merasakan bahwa tidak ada cara untuk menekan,” jelasnya.

Zarco menambahkan: “Tanpa kecelakaan Jorge [Lorenzo] saya ke-11, setidaknya jika saya finis ke-11, saya [ingin] menyelesaikan balapan dengan energi, tetapi saya finis di posisi [10] dan benar-benar sedih. Saya tidak bertarung dengan pembalap lain. Saya bertarung dengan motor sendiri, itu tidak bagus,” ia mengatakan.

Sang pembalap Tech 3 juga membantah pemilihan ban depan dan belakang kompon soft berperan dalam kegagalan menemukan kecepatan di Misano. “Itu adalah pilihan tepat karena saya tidak punya banyak pilihan. Kami terlalu banyak pada limit dan jika memakai ban lain maka saya kehilangan grip,” tuturnya. “Dan jika Anda kehilangan grip, motor menjadi tidak mungkin untuk dikendarai, saya tidak menginginkan itu.”