BREAKINGNEWS.CO.ID - The Wall Street Journal (WSJ) pada Minggu (13/1/2019) memberikan laporan kalau tim keamanan nasional Gedung Putih meminta Pentagon untuk menyediakan opsi-opsi guna menyerang Iran.

Hal tersebut dilakukan setelah sekelompok militan yang bersekutu dengan Teheran menembakkan mortir ke komplek kedutaan Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak. Menurut sumber pejabat yang masih aktif maupun tidak lagi aktif, permintaan dari Dewan Keamanan Nasional yang dipimpin oleh John Bolton tersebut memicu keprihatinan yang mendalam di antara para pejabat Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS. 

Akan tetapi, Pentagon tetap memenuhi permintaan itu. Hanya saja, belum diketahui apakah opsi-opsi serangan terhadap Iran itu juga diberikan kepada Gedung Putih dan diketahui oleh Presiden Donald Trump atau tidak. Keputusan untuk mengupayakan opsi-opsi menyerang Iran itu disebut didorong oleh insiden pada September 2018 lalu. Tiga mortir ditembakkan ke kompleks diplomatik di Baghdad. Peluru-peluru mendarat di tanah kosong dan tidak seorang pun dilaporkan mengalami luka-luka. 

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo tidak berkomentar mengenai laporan WSJ tersebut. Sementara, seorang juru bicara Deplu AS menolak berkomentar. Senada, juru bicara Pentagon dan Gedung Putih belum dapat dihubungi terkait laporan itu. 

Sementara, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC) Garrett Marquis mengatakan, "Kami mengoordinasikan kebijakan dan menyediakan opsi-opsi kepada presiden untuk mengantisipasi dan merespons beragam ancaman dan itu akan berlanjut dengan 'opsi-opsi lengkap' pasca-serangan-serangan."