JAKARTA - Satuan Unit People Smuggling Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim menangkap warga negara Myanma, Anwar Sadiq alias Muang Muang Tin, pelaku kasus penyelundupan manusia. Anwar ditangkap sesudah 2 tahun jadi buron.

Kasubdit III Direktorat Tipidum Bareskrim Kombes Ferdi Sambo menyebutkan pelaku adalah DPO Polda Nusa Tenggara Timur. Anwar ditangkap di Apartemen Permata Surya, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (21/8) pukul 22. 45 WIB.

"Anwar Sadiq menjadi DPO dalam kasus penyelundupan manusia yang terjadi pada November 2015. Sadiq bertindak sebagai smuggler atau penyelundup utama dalam kasus penemuan kapal KM Farah yang berisikan 16 WNA ilegal asal India, Nepal, dan Bangladesh pada 26 November 2015 di Kupang, NTT," ujar Ferdi dalam keterangannya ,Selasa (22/8/2017).

Ferdi menjelaskan, atas tindakannya, Anwar dikenai Pasal 120 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 mengenai Keimigrasian dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara serta denda sampai Rp 1. 500. 000. 000.

Kasus ini bermula saat KM Farah, yang membawa 16 WNA ilegal, berangkat dari Pelabuhan Ratu pada 18 November 2015 menuju Christmas Island, Australia. Diperkirakan perjalanan itu memakan waktu delapan hari. Tetapi kapal itu kehabisan bahan bakar serta kerusakan mesin.

"Sehingga terombang-ambing terbawa arus ombak hingga terdampar perairan desa Tabulolong, NTT. Saat diamankan, ke-16 WNA tersebut tidak memiliki paspor sehingga diamankan di Detensi Imigrasi Kupang," ujarnya.

WN Myanmar aktor penyelundupan manusia di tangkap BareskrimWN Myanmar aktor penyelundupan manusia di tangkap Bareskrim. (Photo : dok. Istimewa)

Sesudah mengetahui WNA itu diselundupkan, polisi lantas mencari Sadiq, yang diduga sebagai aktor utama penyelundupan tersebut . Dia juga ditetapkan sebagai buron dan baru ditangkap setelah 2 tahun kemudian atau tepatnya pada Senin (21/8) kemarin.