BREAKINGNEWS.CO.ID- Dua pasang capres dan cawapres sudah mendaftar di KPU RI untuk ikut dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 2019 mendatang. Kedua capres tersebut yakni Joko Widodo-Ma'aruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno.
 
Pengamat Politik, Wempy Hadir mengatakan, kalau dilihat dari peta kekuatan politik, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mendapatkan dukungan mayoritas partai yaitu enam partai yang mempunyai kursi di DPR RI. Sementara ada dua tambahan partai baru yaitu PSI dan Perindo. Sementara kubu Prabowo-Sandi didukung oleh empat parpol yang memiliki kursi di DPR RI dan ditambah Partai Berkarya. 
 
"Dari komposisi dukungan politik, tentu pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin melampaui pasangan Prabowo-Sandi," ujar Wempy kepada BreakingNews.co.id, Sabtu (11/8/2018).  "Namun pertanyaanya adalah, apakah dengan dukungan politik yang signifikan dapat menambah elektoral. Jawabannya tentu  bisa ya, bisa tidak. Hal tersebut tergantung sejauh mana mesin politik alias partai politik mampu melakukan konsolidasi politik hingga ke basis pemilih," tambahnya. 
 
Dikatakan Wempy, koalisi parpol tidak hanya sekedar tanda tangan dukungan lalu pangku tangan. Jika itu yang terjadi maka tidak ada gunanya dukungan parpol yang begitu besar. Sebaliknya dukungan parpol yang minimalis tapi kerja-kerja politik yang terstruktur dan masif dapat memberikan bonus elektoral. Hal tersebut bisa kita lihat pada pemilihan presiden 2014 yang lalu.
 
"Jokowi-JK didukung oleh minoritas parpol namun mampu memenangkan kontestasi. Hal yang berbeda pada periode yang kedua, Jokowi didukung oleh mayoritas parpol. Apakah akan mendulang suara lebih banyak lagi? Hanya parpol yang memberikan jawaban atas pertanyaan ini berdasarkan kerja-kerja politik yang terukur," katanya. 
 
Pada sisi yang lain kata Wempy juga tidak bisa mengabaikan kekuatan lain di luar kekuatan politik. Wakil Jokowi yakni Ma'aruf Amin mempunyai modal sosial yang tinggi. Sebagai seorang Kyai mempunyai banyak pengikut yang loyal. Kesetiaan pengikut Ma'aruf Amin akan diuji dalam pemilihan presiden 2019, apakah mampu menambah suara bagi Jokowi atau tidak. 
 
Sementara pasangan Prabowo Subianto yakni Sandiaga S. Uno kata Wempy juga memiliki modal sosial yang tidak bisa dianggap remeh. Sandiaga adalah pengusaha yang sukses dan mempunyai jaringan bisnis yang luas. Selain itu faktor sebagai orang muda bisa dikapitalisasi sebagai representasi kelompok milenial. Jika kekuatan tersebut bisa dikemas dan dikapitalisasi maka dapat memberikan bonus elektoral bagi pasangan ini.
 
Di samping itu, tidak dapat dielakan juga adalah sejauh mana tingkat penerimaan capres dalam masyarakat. Terkadang walaupun popularitas sudah tinggi tapi rekam jejak yang buruk maka masyarakat tidak memberikan dukungan saat pilpres. Oleh karena itu, kedua pasangan capres tentu akan melakulan strategi politik agar bagaimana pasangan capres tersebut mendapat dukungan dari masyarakat. Rekam jejak akan dipertontonkan kepada publik, succes story, kapabilitas dan integritas.
 
"Siapa yang menjawab tantangan rakyat saat ini serta pernah memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa, maka akan didukung dan punya peluang menang. Siapa yang pernah melukai hati rakyat tentu akan dihakimi di TPS nanti," pungkasnya.