BREAKINGNEWS.CO.ID-PSSI diminta untuk tidak bersikap arogan dengan tidak memaksakan menggelar Kongres Pemilihan pada 2 November 2019. PSSI seyogyanya mampu mengakomodasi kepentingan untuk membuat kongres berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

Vijaya Fitriyasa, kandidat ketum dan waketum PSSI 2019-2024, serta Azmi Alqamar yang calon anggota Komite Eksekutiv (Exco), menyampaikan hal itu Senin (28/10/2019).

"PSSI wajib juga mendengarkan suara konstituennya, jangan cuek atau bahkan bersikap arogan," ungkap Vijaya Fitriyasa. Azmi Alqamar menambahkan, PSSI mestinya mencari solusi atau jalan tengah dari permasalahan terkait kepastian waktu kongres. "Perdebatan mengenai kepastian waktu kongres ini sekaligus menimbulkan tanda tanya di masyarakat," jelas Azmi Alqamar.

PSSI mestinya menggelar Kongres Pemilihan pada 25 Januari 2020 seperti yang dikehendaki FIFA. Rencana penyelenggaraan kongres di awal 2020 juga memenuhi persyaratan yang ditentukan FIFA. Namun, meski banyak mendapatkan tentangan, PSSI memajukan kongres ke 2 November 2019. Kongres Pemilihan 2 November dinilai cacat hukum.

Buntutnya, sejumlah kandidat menyatakan menarik diri, di antaranya adalah La Nyalla Mahmud Mattalitti. Padahal La Nyalla Mahmud Mattalitti disebut-sebut sebagai kandidat terkuat ketua umum.

Penarikan diri La Nyalla dan sejumlah Exco lainya menimbulkan keprihatinan banyak kalangan, termasuk Vijaya Fitriyasa dan Azmi Alqamar. Keduanya menilai, penarikan diri La Nyalla mestinya disikapi dengan bijak oleh PSSI.

Pernyataan keprihatinan tersebut mereka sampaikan secara terbuka kepada media, Senin sore. Beberapa calon Exco lainnya, seperti Andre Rosiade dan Sarman El Hakim ikut diundang untuk menyampaikan uneg-unegnya.

"Apa sih yang menjadi masalah kalau kongres dilangsungkan Januari 2020 nanti? Apa yang menjadi keberatan PSSI?" Azmi Alqamar mempertanyakan. CEO Persis Solo ini menambahkan, jika PSSI tetap memaksakan menggelar kongres pada 2 November, ada kekhawatiran menimbulkan ketidakpuasan banyak orang, khususnya pencinta sepak bola nasional.

"Siapa yang bisa menjamin kalau ketidakpuasan itu terus berlarut-larut sehingga dikhawatirkan bisa mengganggu persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021? Jangan sampai FIFA mencabut keputusannya," tegas Azmi Alqamar.

Vijaya Fitriyasa menyebutkan, PSSI mestinya jangan diam saja menyikapi kondisi saat ini. "PSSI jangan terus diam. Coba, sekarang ini mereka seperti silent operation. Ini organisasi terbuka, jadi jangan bersikap tertutup begitu," tegas Vijaya.

"Sampai sekarang ini kami dari voters belum mendapatkan undangan," tambah Azmi Alqamar.