BREAKINGNEWS.CO.ID – Seorang remaja asal Manado, Aldi Novel Adilang yang terombang-ambing selama 49 hari di Samudera Pasifik mengaku sempat melakukan komunikasi dengan temannya yang juga hilang sejak Juli 2018 lalu, Stanley.

"Saya senang mendengar Stanley di HT. Saya kira dia sudah selamat, tapi ketika saya tanya-tanya dan minta tolong, dia bilang dia juga lagi dalam keadaan hanyut," ujar Aldi, Jumat (28/9/2018). Aldi mengatakan bahwa insiden rakit terlepas dari rampong (penangkaran ikan di tengah laut) seperti yang menimpa dirinya memang sering terjadi di kampungnya.

Sebelum dia dan perahunya terdampar selama 49 hari hingga terbawa ke perairan Pasifik mulai sejak 14 Juli lalu, Stanley lebih dulu hilang pada 9 Juli. "Ada bahkan pekerja di rompong yang hilang mulai sejak Desember lalu, sampai saat ini belum juga ditemukan."

Keluarga Aldi baru mendapat kabar rakit Aldi putus dari rompong, sekitar 125 kilometer dari pesisir Manado utara, pada 16 September. Mulai sejak mengetahui Aldi hilang, keluarga terus mencoba menghubungi pengusaha lokal yang mempekerjakan anak bungsu dari empat bersaudara itu.

Akan tetapi, bos Aldi disebut tidak banyak membantu pencarian, bahkan membetak keluarga karena terus meminta kejelasan kabar pemuda tersebut . "Bosnya tidak jelas kalau kasih kabar. Bilang lakukan pencarian juga gitu saja, tidak serius, malah kami sempat dibentak bilang suruh sabar," kata kakak ipar Aldi, Herlina.

"Setelah tiga minggu tidak ada kabar, ayah Aldi ngotot telepon bosnya, terus dikasih kabar (Aldi) sudah ditemukan di Filipina, tetapi kabar itu tidak jelas." Herlina menuturkan sekitar awal September, keluarga baru mendapatkan kabar dari kepolisian setempat, berdasarkan informasi dari Konsulat Jenderal RI di Osaka, Jepang, kalau Aldi sudah ditemukan.

Aldi ditemukan oleh kapal kargo MV Arpeggio yang hendak menuju Jepang dan tidak sengaja mendapatkan pesan HT dari remaja itu. Kapal berbendera Panama itu pun langsung membawa Aldi ke Pelabuhan Tokuyama, Yamaguchi, pada 6 September. Aldi bercerita kalau dia sempat meminta kru kapal mencari Stanley. Akan tetapi, ketika mencoba menghubunginya melalui HT, Aldi tidak mendengar lagi suara temannya itu. "Saya bilang sama kapten kapal, mereka meminta saya coba cari Stanley melalui HT. Tetapi saya tidak dengar suara Stanley, saya pikir dia sudah jauh terbawa arus kencang. Kapten bilang kita harus lanjutkan dulu perjalanan," ujar Aldi.