BREAKINGNEWS.CO.ID TIMNAS GULAT KEMBALI BERLATIH, VENUE DI JCC SUDAH SEMPURNA// BREAKINGNEWS.CO.ID--Tim Nasional Gulat Asian Games Indonesia untuk kedua kalinya di matras, Jumat (17/8/2018). Latihan diikuti 18 pegulat disertai empat pelatihnya.//
"So far so good, kondisi anak-anak baik," ujar Gusti Randa, manajer timnas Indonesia, Jumat sore.//
Ke-18 pegulat nasional kembali mendatangi venue training di lantai 6 JIExpo Kemayoran, tak jauh dari Athlete Village yang ditempati timnas gulat sejak Jumat pagi. Latihan di JIExpo juga sudah dilakukan sehari sebelumnya, Kamis siang.//
Gusti Randa menyebutkan, latihan masih akan dijalani hari Sabtu (18/8) pagi. Malam harinya, untuk acara pembukaan, para pegulat yang akan bertanding pada hari pertama kompetisi, Minggu (19/8), tidak diikutkan. "Sesuai instruksi dari Chef de Mission (CdM), pak Syafruddin, pegulat yang bertanding hari Minggu tidak diperkenankan mengikuti acara pembukaan. Lebih baik istirahat agar besoknya bisa lebih fresh," ujar Gusti Randa.//
Ada lima kelas yang dipertandingkan di hari pertama kompetisi gulat ini, yakni Eko Roni Syahputra di kelas 57 kg, Ardiansyah Darmansyah di kelas 65 kg, Rizky Darmawan di kelas 74 kg, Fakhriansyah di kelas 86 kg, dan Ronald Lumban Toruan di kelas 97 kg. Semuanya di gaya bebas putra," terang Gusti Randa.//
Sementara itu, venue dari cabor gulat di Assembly Hall Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jumat sore sudah benar-benar sempurna. Permasalahan yang masih ada pada sehari sebelumnya, yakni lampu pada perangkat broadcas, sudah terselesaikan. //
"Lampu-lampu sudah dipasang, perangkat broadcast kini sudah sempurna," papar Agus Pebrianto, Venue Manager dari cabor gulat Jumat sore di JCC Senayan.//
Lampu -lampu untuk pencahayaan perangkat broadcast di venue gulat ini masih belum terpasang pada Kamis (16/8) malam saat panpel cabor gulat menggelar briefing di matras JCC. Belum terpasangnya lampu -lampu pada perangkat broadcast itu disesalkan oleh Steven Setiabudi Musa, Ketua Bidang Sarana & Prasarana PP PGSI yang juga membidangi aspek prasarana di panpel gulat. Lampu-lampu tersebut tertahan di bea & cukai.//
"Ini gengsi negara, hendaknya bea cukai tak terlalu berlebihan untuk menunggu proses perizinan pengeluaran lampu-lampu untuk perangkat broadcast tersebut," ujar Steven Kamis malam.atihan diikuti 18 pegulat disertai empat pelatihnya."So far so good, kondisi anak-anak baik," ujar Gusti Randa, manajer timnas Indonesia, Jumat sore, 17/8/2018). Ke-18 pegulat nasional kembali mendatangi venue training di lantai 6 JIExpo Kemayoran, tak jauh dari Athlete Village yang ditempati timnas gulat sejak Jumat pagi. Latihan di JIExpo juga sudah dilakukan sehari sebelumnya, Kamis siang.

Gusti Randa menyebutkan, latihan masih akan dijalani hari Sabtu (18/8) pagi. Malam harinya, untuk acara pembukaan, para pegulat yang akan bertanding pada hari pertama kompetisi, Minggu (19/8), tidak diikutkan. "Sesuai instruksi dari Chef de Mission (CdM), pak Syafruddin, pegulat yang bertanding hari Minggu tidak diperkenankan mengikuti acara pembukaan. Lebih baik istirahat agar besoknya bisa lebih fresh," ujar Gusti Randa.

Ada lima kelas yang dipertandingkan di hari pertama kompetisi gulat ini, yakni Eko Roni Syahputra di kelas 57 kg, Ardiansyah Darmansyah di kelas 65 kg, Rizky Darmawan di kelas 74 kg, Fakhriansyah di kelas 86 kg, dan Ronald Lumban Toruan di kelas 97 kg. Semuanya di gaya bebas putra," terang Gusti Randa.
Sementara itu, venue dari cabor gulat di Assembly Hall Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jumat sore sudah benar-benar sempurna. Permasalahan yang masih ada pada sehari sebelumnya, yakni lampu pada perangkat broadcas, sudah terselesaikan.  "Lampu-lampu sudah dipasang, perangkat broadcast kini sudah sempurna," papar Agus Pebrianto, Venue Manager dari cabor gulat Jumat sore di JCC Senayan.

Lampu -lampu untuk pencahayaan perangkat broadcast di venue gulat ini masih belum terpasang pada Kamis (16/8) malam saat panpel cabor gulat menggelar briefing di matras JCC. Belum terpasangnya lampu -lampu pada perangkat broadcast itu disesalkan oleh Steven Setiabudi Musa, Ketua Bidang Sarana & Prasarana PP PGSI yang juga membidangi aspek prasarana di panpel gulat. Lampu-lampu tersebut tertahan di bea & cukai.
"Ini gengsi negara, hendaknya bea cukai tak terlalu berlebihan untuk menunggu proses perizinan pengeluaran lampu-lampu untuk perangkat broadcast tersebut," ujar Steven Kamis malam.