BREAKINGNEWS.CO.ID - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memberikan penghargaan pada mahasiswa yang berhasil meraih medali di Asian Games 2018. Penghargaan yang diberikan berbentuk beasiswa pendidikan Sarjana hingga magister. Pemberian beasiswa tersebut digelar di Gedung Serbaguna UNJ, Jakarta, Kamis (14/9/2018)

Plt Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Intan Ahmad mengatakan, pada Asian Games 2018, kampus mereka berkontribusi dengan mengirimkan 46 orang dalam tim Indonesia. Rinciannya yakni 33 atlet, 11 pelatih, dan 2 ofisial.

Intan menyebutkan, dari 33 atlet yang dikirim 11 di antaranya berhasil meraih enam emas dari mahasiswa maupun alumni. Para atlet yang meraih emas yakni Defia Rosmaniar cabang taekwondo, Puji Lestari (panjat dinding beregu putri) Pipiet Kamelia, Wewey Wita, Yola Primadona dan Sugianto (pencak silat).

Sementara lima perak diraih Puji Lestari (panjat dinding perorangan putri), MS Dwi Putra (menembak), Edwin Ginanjar Rudiana (dayung), Rifda Irfanaluthfi (senam artistik) dan Emilia Nova (atletik, 100 m lari gawang). Sementara satu perunggu diraih Achmad Khulaefi (wushu).

Intan mengatakan, keberhasilan para atlet tersebut UNJ pun memberikan penghargaan berupa beasiswa pendidikan sesuai prestasi yang dipersembahkan. Dalam hal ini, bagi mahasiswa yang berhasil menyumbangkan emas akan mendapat beasiswa S-1 hingga magister.

Sedangkan untuk peraih perak mendapat beasiswa selama enam semester, dan perunggu selama empat semester. Sedangkan para atlet yang telah berpartisipasi juga mendapat beasiswa kuliah gratis selama satu semester.

“Atlet dan mempersembahkan medali itu keberhasilan yang luar biasa. Keberhasilan para atlet ini sangat diapresiasi, maka kami memberi penghargaan,” kata Intan pada acara Malam Apresiasi Mahasiswa UNJ yang menjadi Juara pada Asian Games 2018, di Kampus UNJ, Jakarta.

Intan juga mengatakan, keberhasilan para mahasiswa tersebut menunjukkan kampus berkontribusi dalam pengembangan olahraga di Indonesia. Selain itu, menjadi motivasi bagi para mahasiswa baru untuk dapat berprestasi dan memberikan yang terbaik untuk bangsa.

Selanjutnya, Intan juga mengatakan, kampus akan selalu mendukung para atlet berperstasi tersebut. Dalam hal ini, untuk persiapan turnamen selanjutnya. Kampus memberikan dispensasi berupa cuti. Namun untuk meraih gelar sarjana, para atlet tetap harus menyelesaikan pendidikan sesuai dengan ketentuan kampus.

Meski begitu, Intan mengatakan, kampus akan membantu dengan mempermudahkan para atlet untuk tetap dapat belajar di tengah kesibukannya.

Keberhasilan para mahasiswa sebagai atlet berprestasi membela nama baik bangsa dan negara itu sesuai dengan keinginan Kadispora DKI Jakarta, dimana Kampus sebagai barometer pembinaan atlet nasional seperti yang terjadi di negara lain.

"Pembinaan atlet melalui Kampus benar-benar sangat diharapkan pemerintah. Dengan harapan, atlet selain berprestasi di bidang olahraga juga mengenyam pendidikan di perguruan tinggi,"tegas pengamat olahraga Nasional Del Asri.