JAKARTA - Sejak mulai diberlakukanya penghapusan sanksi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) oleh Pemprov DKI, Samsat wilayah Jakarta Timur telah mengantongi Rp 1,5 triliun lebih dari PKB. Tetapi, menurut Plt Kepala Unit Pelayanan PKB dan BBN-KB Kota Admintrasi Jakarta Timur Wigat Prasetyo, angka itu masih kurang dari target. Masih ada tunggakan PKB kurang lebih Rp 76 miliar yang belum juga dibayarkan.

"Sampai hari ini jumlahnya segitu. Berarti kami masih kurang sekitar Rp 76 miliar lebih dari PKB yang belum dibayarkan oleh wajib pajak pemilik kendaraan wilayah Jakarta Timur," ucap Wigat, Rabu (13/12/2017).

Sedangkan dari BBNKB, lanjut Wigat, kurangnya sekitaran Rp 5,8 miliar dari target yang ditetapkan. "Hitungan per hari itu kami dapat sekitar Rp 5 miliar, baik dari penunggak pajak mobil dan motor saat ini di Timur. Kita sedang usahakan beberapa program untuk mengejar target sisanya," ucap Wigat. Menurut Wigat, untuk total keseluruhnya DKI Jakarta sendiri target dari PKB lebih dari Rp 7 triliun, sementara dari BBNKB targetnya Rp 5 triliun.

Untuk mengejar target, Samsat lokasi Jakarta Timur juga akan mempersiapkan beberapa strategi, mulai dari razia kendaraan, penyuratan, hingga proses door to door ke pemilik kendaraan. "Kurang lebih masa efektif kerja itu kan sekitar 10 hari lagi karena akan kepotong libur panjang, kita sedang menyusun rencana untuk razia, menyurati, door to door. Untuk razia kita sedang kordinasikan ke pihak terkait," kata Wigat.