BREAKINGNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kalau hubungannya dengan Presiden Cina, Xi Jinping bisa berakhir dikarenakan dirinya menganggap Beijing berusaha mencampuri pemilihan Kongres AS yang dijadwalkan berlangsung pada November 2018 mendatang.

Trump menuturkan Cina ingin membuat partainya, Partai Republik, kesulitan dalam pemilu sebagai balasan atas kebijakan perdagangannya yang keras terhadap Negeri Tirai Bambu. "Dia (Xi) mungkin bukan teman saya lagi tetapi saya pikir dia tetap menghormati saya," kata Trump kepada wartawan di New York, Kamis (27/9/2018).

Tudingan terhadap Cina itu diucapkan Trump sebelumnya saat memimpin rapat Dewan Keamanan PBB tanpa bukti jelas. "Dengan rasa menyesal, kami menemukan kalau Cina berupaya mencampuri pemilihan Kongres pada November 2018 mendatang untuk melawan pemerintahan saya," ujar Trump dalam rapat.

"Mereka (Cina) tidak menginginkan saya menang karena saya merupakan Presiden AS pertama yang berani melawan Cina dalam hal perdagangan." Dikutip AFP, Trump kembali menegaskan kerugian yang diterima AS dari ketidakseimbangan perdagangan dengan Cina.

Dia juga membanggakan keputusannya untuk menerapkan serangkaian tarif baru bagi produk impor Cina ke AS yang mencapai 200 miliar dolar AS atau sekitar 2.882,2 triliun rupiah. "Kita harus membuat (perdagangan kedua negara) adil. Banyak uang masuk ke pundi-pundi kami tetapi sama sekali tidak berdampak bagi ekonomi AS," kata Trump.

Cina bersumpah membalas pemasangan tarif tersebut dengan memberlakukan bea atas barang AS senilai 60 miliar dolar AS atau sekitar 864,6 triliun rupiah. Akan tetapi, Beijing tidak dapat memasang tarif bagi produk AS setinggi yang dipasang Trump. Dikarenakan, nilai impor Cina tidak sebesar AS.

Menanggapi tudingan intervensi pemilu, Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi menganggap tudingan Trump terhadap negaranya "tidak beralasan." "Tiongkong telah mengikuti prinsip non-intervensi. Kami tidak akan mencampuri urusan domestik negara mana saja. Kami menolak menerima tuduhan tidak beralasan apapun terhadap Cina," ujar Wang.

Cina membantah

Tudingan itu langsung dibantah Cina melalui menteri luar negerinya, Wang Yi, dalam rapat. Wang menegaskan kalau Cina "tidak dan tidak akan ikut campur urusan domestik negara manapun. Kami menolak menerima tuduhan tidak beralasan terhadap Cina," paparnya.

AS ditangan Trump melihat Cina sebagai kompetitor negaranya, terutama dalan hal ekonomi. Trump menuding Cina kerap mencuri kekayaan intelektual AS, membatasi akses pasar bagi produk Amerika, dan secara tidak adil memberikan subsidi pada perusahaan milik negara. Kedua negara saat ini juga sedang terlibat perang dagang, di mana Washington serta Beijing sama-sama menerapkan tarif tinggi terhadap produk impor masing-masing.

Terlepas dari tudingan dan setimen negatif Trump terhadap Cina, Presiden AS ke-45 itu menggambarkan Presiden Xi Jinping sebagai seorang teman. "Mungkin dia (Xi) tidak lagi (seperti yang) dibayangkan. Saya akan jujur terhadap Anda," kata Trump seperti dikutip Reuters.