BREAKINGNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dikabarkan telah mengirimkan surat peringatan kepada para pemimpin Eropa menjelang konferensi tingkat tinggi (KTT) NATO di Brussels, Belgia. Surat tersebut berisi, Trump sudah menegaskan permintaannya kembali agar sekutu NATO-nya meningkatkan belanja militer sehingga mengurangi beban negara adidaya itu.

"Jerman harus mengeluarkan lebih banyak uang. Spanyol, Prancis. Tidak adil apa yang telah mereka lakukan terhadap Amerika Serikat," kata Trump seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (30/6/2018). Berlin, pada bagiannya, percaya bahwa itu sepenuhnya di jalur untuk memenuhi kewajiban belanja pertahannya.

Setelah bertemu dengan mitranya dari AS, James Mattis, pekan lalu, Menteri Pertahanan Jerman, Ursula von der Leyen menyampaikan bahwa Washington puas dengan proyeksi pembelanjaan pertahanan Jerman yang kini diproyeksikan. Sementara Perdana Menteri Belgia, Charles Michel menuturkan negaranya telah menghentikan penurunan sistematis dalam pembelanjaan pertahanan dan mengambil bagian dalam banyak operasi militer.

Presiden AS, Donald Trump menegaskan permintaannya kembali agar sekutu NATO-nya meningkatkan belanja militer. (Foto: Dok. getty).

"Saya tidak begitu terkesan dengan surat jenis ini," kata Michel kepada wartawan di sela-sela pertemuan puncak Uni Eropa di Brussels. Dengan KTT NATO yang kurang dari dua minggu lagi, surat-surat pribadi yang dikirim oleh Presiden Trump kepada para pemimpin Jerman, Italia, Spanyol, Portugal, Luksemburg, Norwegia dan Belanda dapat memperburuk ketegangan yang ada antara AS dan sekutu Eropanya. Hubungan keduanya sendiri sudah tegang setelah KTT G7 baru-baru ini di Kanada.

Presiden Trump telah berulang kali mengkritik sekutu NATO-nya karena tidak melakukan hal yang cukup untuk memenuhi komitmen mereka guna membelanjakan dua persen dari PDB nasional mereka untuk pertahanan pada tahun 2024. Sekutu Eropa AS telah merampingkan pengeluaran pertahanan mereka dalam menanggapi tuntutan Washington. Selain komitmen pengeluaran dua persen, mereka juga membuat kemajuan pada kesepakatan untuk menghabiskan setidaknya 20 persen dari pengeluaran pertahanan tahunan pada peralatan baru yang besar pada tahun 2024.