BREAKINGNEWS.CO.ID -  Sejumlah tokoh lintas agama  Forum Komunikasi Umat Beragama Kota Jakarta Barat, melakukan deklarasi pemilu damai. Mereka mendeklarasikan kesepakatan bersama menciptakan kerukunan antarumat beragama jelang digelarnya Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Presiden serta Wakil Presiden RI 2019 yang sudah di depan mata.

Beberapa point deklarasi disepakati tidak membolehkan diadakannya kegiatan politik dan kampanye mendukung pasangan calon tertentu di areal rumah ibadah. Deklarasi juga menolak hadirnya penyebaran hoax, ujaran kebencian dan paham radikalisme .

Pada saat itu sejumlah tokoh lintas agama di Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, juga mendeklarasikan hal yang sama dibeberapa rumah ibadah yang ara dikawasan Tamansari, Jakarta Barat.

Turut serta dalam deklarasi tersebut diantaranya Ketua MUI Tamansari, Ketua Dewan Masjid Indonesia Tamansari, Perwakilan Pengurus Masjid, Pengurus Gereja, Pengurus Vihara, para tokoh agama dan masyarakat, KPUD Tamansari, Bawaslu, Sekcam Tamansari, Kapolsek Metro Tamansari, serta Danramil Tamansari.

Deklarasi isinya menolak rumah ibadah dijadikan lokasi kampanye penyebaran hoax, ujaran kebencia dan radikalisme. Butir-butie kesepakatan itu dibacakan bersama-sama oleh semua tokoh lintas agama yang hadir. Usai pembacaan deklarasi, spanduk pun langsung dipasang dilokasi yang mudah terlihat di rumah ibadah tersebut.

Pembacaan deklarasi dan pemasangan spanduk dilakukan di beberapa rumah ibadah, diantaranya dilakukan di Masjid Assalam Jl. Tamansari Raya No. 56 Kel. Tamansari Jak Bar, Gereja Petrus Paulus Jl. Mangga Besar raya No.55 Kel Tangki Tamansari Jak Bar, serta Vihara Avalokitesvara Jl. Mangga Besar Raya No. 58 Kel
 Tamansari, Jakbar.

Ketua MUI Tamansari Jakarta Barat, Badri Usman S.ag menyatakandirinya sangat mendukung deklarasi yang dilakukan tersebut Dirinya juga menolak jika tempat ibadah dijadikan lokasi berkampanye, penyebaran hoax, ujaran kebencian dan radikalisme. Dirinya juga mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bukti, jika wilayah Tamansari, Jakarta Barat siap untuk melaksanakan Pemilu 2019 dengan aman, damai, dan sejuk.

“Saya sangat mendukung kegiatan ini, dan ini merupakan bukti kecintaan kami khususnya Tamansari Jakarta Barat agar pemilu yang akan datang berjalan lancar, tertib tanpa merusak persaudaraan dan kekeluargaan warga Tamansari Jakarta Barat, salah satunya dengan sama-sama mendukung dengan bersepakatan tempat ibadah tidak dijadikan sebagai lokasi kampanye,” ujar Badri.

Selanjutnya, Kapolsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Ruly Indra Wijayanto, Sik, Msi mengatakan sebagai aparat keamanan, sangat mendukung dan menyambut baik segala hal positif yang dilakukan oleh para tokoh lintas agama di wilayah Tamansari, Jakarta Barat. Ruly menilai kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kerukunan umat beragama menjelang pemilu 2019.

“Kami tentu sangat mendukung dan  menyambut baik keinginan para tokoh lintas agama untuk mewujudkan Pemilu tahun 2019 yang aman dan damai melalui kegiatan deklarasi dan pemasangan spanduk menolak rumah ibadah dijadikan lokasi kampanye, penyebaran hoax, ujaran kebencian dan radikalisme," ujar Ruly.

Hal Ini menurutnya sejalan dengan aturan UU Pemilu yang melarang rumah ibadah, kantor instansi pemerintah dan sekolah dijadikan sebagak kegiatan berkampanye. 

Sementara itu, perwakilan Pendeta Gereja Petrus Paulus Tamansari Jakbar mengatakan pihaknya menyambut baik kegiatan deklarasi ini. “Kami bagian dari Gereja Petrus Paulus dan segenap pengurus gereja yang hadir berharap Pilpres ini dapat berjalan dengan baik, indah, damai, dan semoga tuhan yang maha kuasa memberkahi pesta demokrasi ini,” tutupnya.