JAKARTA--- Perjalanan tim gulat Indonesia  serta ofisial PB PGSI yang akan berlatih ke Bulgaria kembali terhambat. Setelah mengalami penundaan keberangkatan selama tiga jam dari Jakarta, menuju Doha, maka penumpang pesawat  Qatar Airways QR 955 Soetta- Doha kembali harus mengalami nasib serupa saat tiba di bandara tersebut.

Dalam jadwal,  rombongan timnas gulat Indonesia akan terbang menuju Doha, Qatar  pada terbang 00.40, tetapi sampai 00.03 wib ini belum ada tanda tanda pesawat akan berangkat.

Delay ini menyebabkan chaos dari seluruh penumpang, yg jumlahnya 230 orang. Termasuk 24 anggota Timnas Gulat Indonesia, terdiri dari 18 atlet, empat pelatih dan dua ofisial. Mestinya, kalau sesuai jadwal, kita bisa melanjutkan penerbangan dari Doha ke Sofia pukul 07.30 Minggu pagi.

“Namun, jadwal connecting-flight jadi molor. Demikian juga dgn penumpang lain yg melanjutkan penerbangannya dari Doha ke berbagai1 belahan dunia lainnya. Sudah pasti mereka kehilangan connectng flight lainnya,”kata Tubagus Adi, Humas PB PGSI, Minggu (22/4/2018) saat dihubungi melalui aplikasi Whataspp.

Konsekuensinya, rombongan PB PGSI dan juga para penumpang lain harus menunggu lebih lama di bandara karena kita tak bisa ikut penerbangan lanjutan minggu pagi dari Doha ke Sofia. “Baru jam 4 an sore ini kita terbang dengan AR225. sampai sana jam 10 an malam, atau 03.00 wib senin dinihari. Kompensasi yg kita dapat, cuma makan di resto marche bandara Doha,”tambahnya.

Pihaknya berharap, para atlet dan rombongan lain sampai terganggu oleh  keterlambatan ini. Meski diakui, akibat keterlambatan tersebut, sejumlah agenda yang sudah disusun menjadi berantakan….