BREAKINGNEWS.CO.ID - Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC), sudah mendakwa pengacara dari mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, Muhammad Shafee dengan empat tuduhan pencucian uang pada Kamis (13/9/2018). Dalam dakwaan yang dibacakan di pengadilan di Kuala Lumpur, Muhammad Shafee disebut melakukan pencucian uang karena diduga menerima 9,5 juta ringgit Malaysia atau sekitar 33 miliar rupiah dari kegiatan ilegal melalui cek yang dikeluarkan oleh Najib.

Sebuah sumber dari MACC juga menuturkan kalau Muhammad Shafee sudah ditangkap pada 13 September 2018 pagi waktu setempat, menurut kantor berita Malaysia Bernama, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (13/9). Muhammad Shafee memimpin tim pengacara untuk Najib Razak, yang menghadapi dakwaan pelanggaran kriminal pencucian uang dan penyalahgunaan kekuasaan terkait skandal mega korupsi 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB. Belum jelas apa dakwaan yang menjerat Shafee turut terkait dengan kasus korupsi terbesar sepanjang sejarah Malaysia itu.

Shafee telah menjadi sorotan setelah pemimpin de facto partai oposisi Parti Keadilan Rakyat, Anwar Ibrahim pada 7 September 2018 lalu mengatakan kalau seorang petugas dari Kejaksaan Agung Malaysia sudah mengeluarkan pernyataan tertulis kalau Muhammad Shafee menerima pembayaran sebesar 9,5 juta ringgit Malaysia atau sekitar 33 miliar rupiah dari Najib pada tahun 2013 dan 2014. Anwar mengklaim bahwa Shafee menerima uang itu untuk memimpin penuntutan terhadap dirinya dalam sidang banding terhadap dakwaan sodomi pada 2015. Shafee sudah membantah tuduhan tersebut, mengatakan kalau pembayaran itu untuk layanan hukum dilakukan untuk UMNO serta Barisan Nasional, partai yang sempat dipimpin oleh Najib Razak.

Najib Didakwa 3 Tuduhan Kasus Pencucian Uang

Di lain kabar, mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak, pada Rabu 8 Agustus 2018, didakwa dengan tiga perkara pencucian uang oleh otoritas Malaysia, sebagai bagian dari penyelidikan terhadap kasus skandal mega korupsi 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB. Dalam pembacaan tuduhan di pengadilan tinggi, Najib didakwa telah menerima transfer uang sebesar 42 juta ringgit Malaysia atau 148,7 miliar rupiah dari SRC International, mantan anak perusahaan 1MDB. Uang itu disebut masuk ke rekening pribadi Najib. Demikian seperti dikutip dari Channel News Asia, 7 Agustus 2018 lalu.

Pada 8 Agustus 2018 lalu, hakim pengadilan regional melimpahkan kasus itu ke pengadilan tinggi Malaysia, bersama dengan tuduhan sebelumnya yang dijatuhkan terhadap Najib untuk dijadwalkan dalam sidang dengan pendapat. Dalam sidang dengar pendapat, pengadilan tinggi membacakan rincian transfer uang tersebut, meliputi: 27 juta ringgit dan 10 juta ringgit yang ditransfer dari SRC Internasional ke akun rekening yang sama, serta 5 juta ringgit yang ditransfer ke akun rekening yang berbeda. Akun rekening itu diduga memiliki kaitan dengan Najib Razak. Di sisi lain, Najib Razak mengaku tidak bersalah atas dakwaan itu. Namun, jika terbukti bersalah, mantan perdana menteri Malaysia itu akan menghadapi 15 tahun penjara dan denda yang cukup besar.