JAKARTA - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan kembali diinterogasi oleh pihak kepolisian. Interogasi tersebut masih terkait dengan kasus korupsi yang menyeretnya tersangkut dengan perusahaan telekomunikasi terbesar di negara tersebut.

Menurut sebuah laporan dari Radio Israel pada Selasa (12/6/2018), sebuah kendaraan yang membawa petugas polisi berhenti di pintu masuk tempat tinggal resmi Netanyahu, di mana sekelompok pengunjuk rasa menyerukan Netanyahu untuk mengundurkan diri guna memudahkan penyelidikan.

Polisi menolak berkomentar, akan tetapi Radio Israel menyampaikan Netanyahu sedang diinterogasi atas tuduhan dia memberikan bantuan kepada Bezeq Telecom Israel sebagai imbalan atas liputan yang menguntungkan di situs berita yang dikontrol pemilik perusahaan. Netanyahu, sudah ditanyai dua kali sebelumnya dalam apa yang disebut Kasus 4000 itu. Pemegang saham pengendali Bezeq Telecom, Shaul Elovitch, saat ini berada dalam tahanan polisi, bersama dengan mantan juru bicara Netanyahu. Akan tetapi, mereka menyangkal adanya kesalahan.

Shlomo Filber, yang merupakan tangan kanan Netanyahu serta mantan Direktur Jenderal Kementerian Komunikasi Israel, juga telah ditangkap sehubungan dengan kasus tersebut, dan sudah setuju untuk menjadi saksi negara. Polisi pada bulan Februari merekomendasikan bahwa Netanyahu didakwa dalam dua penyelidikan korupsi lainnya. Jaksa Agung Israel harus menentukan apakah akan menerima rekomendasi polisi untuk mendakwa Netanyahu atau tidak. Keputusan akhir untuk kedua kasus tersebut dapat memakan waktu berbulan-bulan.

Kasus pertama, yang dikenal sebagai Kasus 1000, Netanyahu dicurigai mendapatkan suap berupa hadiah, yang menurut polisi bernilai hampir 300 ribu dolar AS atau sekitar 41 miliar rupiah, yang dia dapatkan dari seorang pengusaha kaya. Kasus lainnya, Kasus 2000, Netanyahu dituding meneriman tawaran adanya liputan positif dari salah satu media Israel, dengan balasan pembatasan peredaran media-media saingan media tersebut.