Politisi Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng kembali mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (6/7/2017). Setibanya di Gedung KPK sekitar pukul 09. 00 WIB, Mekeng segera masuk ke dalam gedung.

Mekeng akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi project e-KTP. Mekeng terlebih dulu sempat diperiksa dalam kasus yang sama. Saat itu, ia ditanya tentang kajian biaya e-KTP di DPR. Nama Mekeng disebut-sebut dalam surat dakwaan mantan petinggi Kemendagri Sugiharto serta Irman. Sebagai Ketua Banggar saat kajian project e-KTP, Mekeng disebutkan menerima uang sejumlah 1, 4 juta dollar AS.

"Andi Agustinus alias Andi Narogong beberapa kali juga memberi beberapa uang kepada pimpinan Banggar DPR RI, yaitu Melchias Marcus Mekeng sebagai Ketua Banggar sejumlah 1, 4 juta dollar AS, " tutur jaksa KPK di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Mekeng telah menyanggah menerima uang hasil korupsi proyek  e-KTP. "Saya jadi korban fitnah keji yang dilakukan oleh Saudara Andi Agustinus/Narogong, yang seumur hidup saya tidak sempat kenal atau berjumpa dengannya, " kata Mekeng. Tidak terima namanya diseret dalam masalah e-KTP, Mekeng melaporlan Andi Narogong atas tuduhan pencemaran nama baik, ke Bareskrim Mabes Polri.

"Saya mengharapkan rekan-rekan yang terasa difitnah atau dicemarkan nama baiknya, ya datang melapor agar tidak menjadi bola liar fitnah memfitnah di negara ini yang mengakibatkan kerusakan nama baik, " kata Mekeng.

Mekeng menerangkan, sepanjang duduk di DPR periode 2009-2014, ia berada di komisi XI yang mengepalai bidang ekonomi, keuangan serta perbankan. Proyek e-KTP tidak sempat dibicarakan di Komisi XI karena bukanlah bagiannya.