BREAKINGNEWS.CO.ID- Grup musik D’MASIV menunjukan konsistensinya dalam berkarya dengan melahirkan album ke-6 yang bertajuk Love Album atau Album Cinta. Album ini diklaim sebagai album dengan produksi termahal karena melibatkan berbagai musisi dan genre. Berkolaborasi dengan Peymusik, band asal Ciledug ini hadirkan persembahan cinta untuk para pendengarnya.

Band yang digawangi Rian Ekky Pradipta (vokal), Dwiki Aditya Marsall (gitar), Nurul Damar Ramadan (gitar), Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata (bass), dan Wahyu Piadji (drum) ini selalu mengemas karyanya dengan apik. Dalam kelima album mereka sebelumnya, lagu yang dihadirkan banyak menginspirasi dan memberikan semangat bagi pendengar. Sebut saja contohnya seperti lagu Jangan Menyerah, Damai, Mohon Ampun Aku, Esok ‘kan Bahagia dan lagu-lagu lainnya.

:Kepada media, Rian sebagai leader menyebut album ke-6 inj adalah wujud rasa sukur, karena sebagai grup, saat ini tidak mudah bagi sebuah band untuk bertahan di industri musik selama sebelas tahun dengan personil yang sama, di tengah banyaknya band atau musisi baru yang berdatangan.

"Sejak album pertama kita berkarya, bikin lagu baru tidak kemakan sama nostalgia, jadi karyanya gak itu itu saja lagunya. Dan buat kita itu sehat berkarya, padahal godaan untuk kanan-kiri banyak, tapi kita tetap lurus saja terus bermusik, Insya Allah sampai tua, " ungkapnya saat peluncuran album ini di Jakarta, Kamis (2/5/209).

"Jadi maknanya buat kita dalam banget, sampai susah diungkapkan karena terlalu berarti dan akan jadi jembatan kita untuk hal yang lebih besar lagi, karena kita yakin kita masih punya jalan yang lebih panjang dan besar,"

Hal lainnya yang berbeda di album kali ini adalah cover albumnya yang berupa gambar seluruh personil D’Masiv dengan sketch pinsil di atas kayu.

Selain itu cover bagian dalamnya pun berupa foto semua personil D’Masiv di depan gedung Musica. “Kita buat cover foto di depan gedung Musica ini pun berharap akan jadi memori kenangan buat kita dan suatu saat orang akan foto di depan ini karena foto ini. Kita terisnpirasi banyak idola kita layaknya The Beatless di zebra cross depan studio di Abbey Road.

"Kami ingin Musica Studio jadi satu tempat ikonik atau bersejarah dan harusnya bisa menjadi museum, tempat wisata dan intinya bentuk penghormatan. Mungkin kesannya sederhan maknanya dalam banget, jadi kayak ini kita merasa kita bukan apa-apa tanpa Musica, jadi ini bentuk penghormatan kita" papar Rian.

Bersamaan dengan peluncuran album ke-6 ini, Peymusik, sebuah aplikasi karya anak bangsa juga melakukan soft launching di Indozone Park. Triando Frima, Product Manager Peymusik mengatakan, Peymusik dirancang sebagai one stop music platform, di mana pengguna tidak hanya bisa menikmati musik-musik terbaik Indonesia secara streaming membuat D’MASIV ingin kembali memberikan semangat positif yang baru dengan menghadirkan pilihan lagu bertema cinta yang universal bagi pecinta musik tanah air.

“Kita selalu kasih energi yang beda dan selalu baru. Di setiap albumnya merasa seperti band baru lagi pengerjaan musiknya, aransemen lirik lagunya. Kalo buat kita, album yang kita kerjakan di tahun ini sangat berarti, karena di tengah serangan digital musik kita masih merilis album fisik, walaupun ada bentuk digital karena Peymusik bergerak," ujar Rian

Tag