JAKARTA - Dalam rangka mengeksploitasi kemampuan masyarakat menciptakan tarian Betawi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta melaksanakan Lomba Karya Cipta Tari Betawi 2017 di Taman Ismail Marzuki Jakarta. Sedikitnya 32 sanggar dari enam wilayah kotamadya se-Jakarta ikut serta dalam lomba kali ini.

Menurut Kepala Bidang Seni dan Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta,  Gumilar Ekalaya, kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan tarian Betawi kontemporer guna menambah khazanah budaya tari Betawi yang dirasakan masih kurang. 

Gumilar berharap semakin banyak ibu kota memiliki budaya tari khas Betawi, maka semakin banyak pula variasi yang akan ditampilkan pada pementasan yang ada. "Supaya ada penyegaran dan tidak monoton," katanya di kantornya, Senin (16/10/2017).

Saat ini tari Betawi semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Banyak even yang dilaksanakan,  semakin sering mengakomodir tarian Betawi,  sehingga perlu dicari terobosan dengan cara mengadakan lomba kreasi baru. Hasil juaranya akan di tampilkan pada kegiatan-kegiatan yang bersifat nasional dan internasional. "Pendek kata kita siapkan sebanyak mungkin tarian Betawi kreasi baru sehingga ada variasi agar masyarakat tidak jenuh," ujar Gumilar.

Sesuai data yang ada, dalam lomba ini para pemenang,  juara satu hingga tiga serta harapan satu dan harapan dua, akan beroleh plakat dan hadiah uang pembinaan. Dewan jurinya antara lain,  Wiwiek Widyastuti,  

Wiwik HW, Joko SS, Elly D Luthan serta Yahya Andi Saputra. "Mereka ini orang yang berkompeten pada bidangnya," jelas Gumilar. "Kegiatan ini dimaksudkan guna menambah kekayaan karya tari betawi sehingga bisa ditampilkan dalan setiap kegiatan yang ada," ucapnya.

Dalam Lomba Karya Cipta Tari Betawi 2017 di Taman Ismail Marjuki, juara pertama diraih Sanggar Swargaloka, juara dua diraih Sanggar Maya Pasundan dan juara ketiga diraih Sanggar Seni Bestha. Sedangkan juara harapan  satu diraih Sanggar Ratna Sari dan juara harapan dua oleh Sanggar Aruni.