JAKARTA – Tim Suzuki Ecstar tidak memungkiri jika sebenarnya target utama mereka adalah mendatangkan Jorge Lorenzo sebagai penganti Andrea Iannone untuk musim balapan 2019 mendatang. Namun negosiasi yang begitu rumit dari pihak Lorenzo membuat salah satu tim asal Jepang tersebut lebih memilih untuk mengaet pebalap muda Moto2, Joan Mir.

"Opsi menggaet Jorge benar-benar nyata. Saat kami berpikir untuk melepas Andrea (Iannone), kami bertanya pada diri sendiri soal alternatif lain," kata Manejer Suzuki Ecstra, Davide Brivio. "Saya harus akui situasi ini cukup menarik, karena saya merasa adanya ketertarikan dari beberapa pebalap lain. Bisa dikatakan, kebanyakan pebalap top yang saat itu belum punya kontrak, justru menunjukkan ketertarikan pada Suzuki. Saya sangat senang mendengar hal ini," tambahnya.

Suzuki

Brivio menyatakan pihaknya sudah mengincar Mir sejak lama. Mereka telah menjalani proses diskusi sejak uji coba pramusim, yang berarti tak lama usai pebalap Spanyol itu merebut gelar dunia Moto3 2017. "Negosiasi dengan Joan tak berlangsung lama. Nyatanya, Joan sangat cepat dalam mengambil keputusan. Yang lama adalah bicara dengan banyak manajer pebalap lain, yang menanyakan situasi tim kami dan apakah kami tertarik pada rider mereka," ujar pria asal Italia ini.

Mir dan manajernya, Paco Sanchez, melanjutkan diskusi dengan Suzuki meski pebalap berusia 20 tahun tersebut turun di Moto2 bersama Estrella Galicia 0,0 Marc VDS. Sejak awal, Mir mengaku lebih tertarik naik kelas ke MotoGP ketimbang jadi juara Moto2. "Dengan Joan, kami mulai bicara sejak uji coba pramusim dan kami punya target untuk bicara sampai tiga seri pertama saja. Jadi dari sudut pandang ini, memang lama, namun itu hanya sekadar bicara santai ketimbang negosiasi serius," lanjut Brivio.