TANGERANG - Warga Tangerang, dalam beberapa jam terakhir dihebohkan beredarnya surat surat edaran benuansa sentimen SARA (suku, agama, ras dan antargologan). Surat edaran berkop surat Rukun Warga 006, Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera, Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Surat itu menyeruak di media sosial. Isinya terkait ketentuan mengatur kegiatan terhadap warga non-Muslim di wilayah tersebut.

Pertama, warga non-Muslim dilarang mengalihfungsikan rumah menjadi tempat ibadah. Kedua, kegiatan tersebut boleh dilakukan dengan catatan tidak mengundang tamu dari luar perumahan, kemudian tidak boleh menggunakan pengeras suara, dan tidak membawa pemuka agama.

Ketiga, dalam hal duka, keluarga diimbau untuk menguburkan jenazah dalam waktu 1x24 jam. Keempat, seluruh warga Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera diwajibkan melaporkan seluruh kegiatan kepada pengurus RT atau RW minimal tiga hari sebelum dilaksanakan. Surat itu ditandatangani oleh Ketua RW 006 dan seluruh Ketua RT yang ada di perumahan tersebut. 

Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif membenarkan terkait munculnya surat edaran tersebut. Hal itu dipastikan dari pertemuan yang digelar kepolisian dengan Kepala Desa Rajeg, Camat Rajeg, Ketua RW 06 Perumahan Bumi Anugerah, Danramil Rajeg, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Balai Desa Rajeg, Kamis (7/12/2017).

"Surat edaran dengan kop surat Rukun Warga 006 Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera yang ditandatangani ketua RW dan seluruh ketua RT memang benar ada," ucapnya. Namun Sabilul mengungkap surat itu masih tahap rancangan dan belum diberlakukan. "Sebab, kegiatan rutin masyarakat dapat berlangsung sebagaimana mestinya sesuai norma yang ada," imbuhnya. Perkataan Sabilul tersebut ada di dalam surat pernyataan dan komitmen bersama yang disepakati dalam pertemuan.