BREAKINGNEWS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam kasus dugaan suap PLTU Riau-1. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi terus dilakukan penyidik dari lembaga antirasuah tersebut. Kali ini KPK memanggil Direktur Keuangan PT Pembangkit Jawa Bali Investasi, Amir Faisal, untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Idrus Marham.

"Amir Faisal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IM [Idrus Marham]," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkat, Senin (26/11/2018).

Selain Amir, penyidik KPK turut memanggil Direktur PT China Huadian Engineering Indonesia, Wang Kun; staf anggota DPR, Poppy Laras Sita; Corporate Secretary PT Pembangkit Jawa Bali Investasi, Lusiana Ester; dan seorang supir, Edy Rizal Luthan."Mereka juga diperiksa sebagai saksi untuk IM," ujarnya.

Idrus Marham sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Jumat (24/8/2018) lalu. Mantan Menteri Sosial tersebut diduga ikut menerima suap bersama-sama dengan tersangka Eni Maulana Saragih yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR. Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan seorang pengusaha sekaligus salah satu pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka. Ia diduga sebagai pemberi suap.

Idrus disebut berperan sebagai pihak yang membantu meloloskan Blackgold untuk menggarap proyek PLTU Riau-1. Mantan Sekjen Golkar itu dijanjikan uang USD 1,5 juga oleh Johanes jika Johanes berhasil menggarap proyek senilai USD 900 juta itu. Proyek PLTU Riau-I sendiri masuk dalam proyek 35 ribu Megawatt yang rencananya bakal digarap Blackgold, PT Samantaka Batubara, PT Pembangkit Jawa-Bali, PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co. Ltd.

KPK sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan suap ini, mereka di antaranya Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir, serta Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa-Bali Investasi Gunawan Y Hariyanto. Kemudian Direktur Utama PT Pembangunan Jawa Bali (PJB) Iwan Agung Firstantara dan Direktur Utama PT Samantaka Batubara Rudi Herlambang.

Pemeriksaan terhadap mereka untuk mendalami kongkalikong PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) dengan petinggi PT PLN terkait penunjukan langsung perusahaan Blackgold, PT Samantaka Batubara, PT Pembangkit Jawa-Bali, PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co. Ltd menjadi satu konsorsium yang menggarap proyek tersebut.

Apalagi, dari balik jeruji besi, Eni Saragih sempat mengungkap peran Sofyan Basir dan Kotjo sampai PT PJB menguasai 51 persen asset. Nilai asset itu memungkinkan PT PJB menunjuk langsung Blackgold sebagai mitranya.

Pada Januari 2018, PJB, PLN Batu Bara, BlackGold, Samantaka, dan Huadian menandatangani Letter of Intent (LoI) atau surat perjanjian bisnis yang secara hukum tak mengikat para pihak. LoI diteken untuk mendapatkan Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPA) atas PLTU Riau-1. Samantaka rencananya akan menjadi pemasok batu bara untuk PLTU Riau-1.