BREAKINGNEWS.CO.ID – Setelah terciptanya rekonsiliasi antara Presiden Joko Widodo dengan Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, kini isu seputar jatah Menteri untuk Herindra menguat. Bahkan partai yang dikabarkan akan segera masuk koalisi itu memiliki jatah tiga kursi Menteri.

Menanggapi isu tersebut Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan Eko Sulistyo belum mau merespon. Menurutnya semua orang berpeluang menjadi seorang menteri. Menurutnya, pemilihan menteri tetap berada di tangan Jokowi.  "Secara prinsip semua orang punya peluang jadi menteri sesuai aturan UU. Apalagi yang berasal dari partai politik," kata Eko.

"Presiden sebagai 'chief of excecutive' sekaligus pemegang hak prerogatif untuk memilih menteri-menterinya sebagai pembantu presiden. Jadi semua itu berpulang pada pilihan presiden," ujar Eko.

Eko mengatakan Jokowi akan berkonsultasi dengan partai pendukungnya dan juga wakilnya Ma'ruf Amin saat memilih calon Menteri nanti. Namun keputusan tetap ada di tangan presiden terpilih 2019-2024 itu. "Jadi peluang itu (tiga nama dari Prabowo) tetap terbuka menurut saya," ujarnya.

Eko juga menyebut Jokowi juga belum menyampaikan soal peluang Gerindra merapat dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Menurutnya, pertemuan Jokowi dengan Prabowo maupun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo lebih kepada silaturahmi politik.

“Presiden belum menyampaikan (peluang Gerindra masuk koalisi). Yang terjadi selama ini lebih bersifat silaturahmi politik. Dan ini baik untuk tradisi politik dan penguatan demokrasi kita," tuturnya.

Edhy Prabowo Dipinang Jokowi

Sementara dua tokoh Gerindra, Edhy Prabowo dan Fadli Zon disebut masuk dalam radar Joko Widodo untuk menjadi menteri di pemerintahan periode kedua Joko Widodo. Selain Edhy dan Fadli Zon, nama Sandiaga Uno juga disebut akan dimasukkan sebagai menteri.

Nama-nama itu muncul setelah Prabowo bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo. Menurutnya peluang Gerindra bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf semakin dekat.  Saat ini  Gerindra kabarnya telah menyiapkan tiga nama Edhy Prabowo, Sandiaga Uno, dan Fadli Zon. Tiga nama itu disodorkan kepada Jokowi.

Bahkan Jokowi sendiri sempat meminta nama Edhy Prabowo untuk masuk jajaran kabinetnya sebagai menteri pertanian. Permintaan itu terjadi sebelum Jokowi dan Prabowo bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, pada 13 Juli 2019.

Edhy diyakini cukup berpengalaman dalam mengurusi aspek pertanian dan pangan. Terlebih, selama ini Edhy juga aktif di Komisi IV yang bermitra dengan Kementerian Pertanian. Edhy saat ini menjabat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dan Ketua Komisi IV DPR RI. Dia juga dikenal sebagai orang terdekat Prabowo.

Sumber di lingkungan Prabowo juga sempat heran ketika Jokowi meminta Edhy untuk menjadi menteri. Prabowo sempat bertanya-soal itu. "Ed, Ed, kamu ini ada kongkalikong apa? Masa nama kamu disebut Pak Jokowi," ucap sumber di Lingkungan Prabowo saat ia bertanya kepada Edhy beberapa pekan lalu.

Edhy Prabowo sempat muncul dalam pertemuan antara Jokowi dan Prabowo di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, pada 13 Juli. Dia bahkan ikut menyantap makan siang di bilangan Senayan bersama Jokowi, Prabowo dan beberapa menteri. Namun, Edhy sendiri mengaku belum pernah diminta Jokowi secara langsung untuk menjadi menteri. "Saya baru dengar kabar itu," ucap Edhy.

Sandiaga Uno Tak Tertarik

Mantan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno juga termasuk sosok yang disiapkan Gerindra menjadi menteri. Menteri perdagangan, perindustrian atau energi sumber daya mineral (ESDM) dinilai cocok untuk Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Selain itu Sandiaga juga cocok sebagai Menteri Perdagangan.

Sandi sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Gerindra. Namun, jabatan tersebut dia lepas setelah memutuskan maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo. Lepasnya jabatan itu, terkait dengan koalisi, agar tidak terkesan pasangan 'Gerindra-Gerindra' yang maju dalam Pilpres 2019.

Berulangkali dalam beberapa kesempatan, Sandi menyatakan akan berada di luar pemerintahan setelah pilpres 2019. Pada 29 april 2019, Sandi mengatakan belum terpikir untuk menjadi menteri Jokowi. Menurutnya itu cuma spekulasi. Ketika itu, Sandi menanggapi pemberitaan media asing, Bloomberg.

Dalam wawancara dengan Bloomberg, Sandi sempat menyatakan ingin memberi kontribusi kepada bangsa. "Jadi (pemberitaan) itu spekulasi, dan saya sampaikan berulang kali dalam wawancara itu bahwa saya enggak mau berspekulasi. Tapi yang saya garis bawahi adalah kepentingan bangsa dan negara," kata Sandi. Namun agaknya Sandi akan memilih berada di luar pemerintahan sembari mempersiapkan dirinya untuk bertarung di Pilpres 2014.

Fadli Zon Diusulkan Gerindra

Calon lain dari Gerindra adalah Fadli Zon. "Fadli juga ada posnya kita lagi carikan. Bukan MPR. Menteri," ucap sumber tadi. Fadli Zon belum menanggapi soal kabar itu.

Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade juga enggan menanggapi kabar tentang Edhy, Sandi, dan Fadli yang disiapkan menjadi kandidat menteri. Dia tidak membantah, tidak pula mengiyakan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa pihaknya belum pernah mengajukan nama menteri. Namun dia tidak membantah jika Gerindra sudah menyiapkan nama.

Gerindra sejauh ini, kata Dasco, mengajukan konsep ketahanan pangan dan energi, pengelolaan pangan serta pertanian. Bukan menyodorkan nama untuk dijadikan menteri. "Nanti kita lihat. Kalau konsepnya diterima, kita lihat siapa di tempat kita siapa yang mampu. Enggak dari awal sekian kursi sekian kursi. Itu dagang namanya," tutur Dasco.

PDIP Tak Mau Komnetar

Dari kubu koalisi, politikus PDIP Arya Bima enggan bersedia berkomentar tentang tiga nama yang diajukan Gerindra itu. "Soal menteri dan nama sama sekali saya tidak tahu," katanya.

Soal masuknya nama petinggi Gerindra dalam kabinet Jokowi, Wakil ketua Umum Gerindra Arief Poyuono juga enggan berkomentar banyak. Menurutnya tak menutup kemungkinan Jokowi akan menggaet kader partai berlambang kepala burung garuda itu.

"Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil dan tak ada yang tak mungkin. Mujizat-Nya disediakan bagiku. Hidup hanya ditentukan oleh kuasa Allah," kata Poyuono.