BREAKINGNEWS.CO.ID-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan selama pemberlakuan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) tidak pernah menerima laporan adanya penyalahgunaan dari SKTM tersebut. Hal itu mampu dihindari lantaran Pemprov DKI Jakarta punya program Kartu Jakarta Pintar (KJP).

“Enggak, kalau DKI Jakarta udah terfilter kok, sudah terfilter melalui KJP. Jadi SKTM enggak ada. Kasus-kasus itu kan ada di daerah-daerah. Kalau Jakarta relatif aman kemarin,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto di Balaikota Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Bowo menerangkan, SKTM hanya bisa digunakan untuk anak-anak usia sekolah tapi pada kenyataan di lapangan tidak bersekolah supaya nantinya bisa bersekolah dan biasanya tidak memiliki KJP. Sementara Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tidak menggunakan SKTM melainkan KJP.

“Jadi PPDB-nya melalui KJP. SKTM dipakai untuk anak yang mereka tidak sekolah, kan anak tidak sekolah tidak menerima KJP. Agar mereka bisa sekolah, maka difasilitasi melalui jalur afirmasi dan bukti yang ditunjukan adalah SKTM,” terangnya.

Sebagai informasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menghapus jalur Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020.

Penghapusan itu termaktub dalam Permendikbud No.51/2018 tentang penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020. Keputusan tersebut untuk menghindari penyalahgunaan SKTM yang tidak sesuai dengan sasarannya.