BREAKINGNEWS.CO.ID - Dengan mudahnya berbelanja secara online di era modern ini, ada pihak-pihak tak bertanggung jawab yang lantas memanfaatkannya dengan merugikan orang lain. Apa yang dilakukan para seller penipu di Lazada ini adalah contohnya.

Nyatanya, ada saja penjual yang coba menipu netizen yang tak waspada di e-commerce yang saat ini menggurita. Untungnya, masih banyak netizen yang tak terpengaruh seperti Hariawan, pemilik akun @godecraharjo di Twitter. Justru, ia mengungkap praktik ini dan menyebarkannya ke media sosial agar masyarakat bisa lebih awas.

Tak hanya satu, Hariawan bahkan menemukan dua seller yang coba berbuat curang. Produk abal-abal yang diklaim orisinal tapi berasal dari pasar gelap (black market) itu adalah PlayStation 4 Pro.

Hariawan mengaku menemukan produk-produk tersebut dari kolom promo di Lazada. “Awalnya sempat kepingin, tapi kalau dipikir-pikir, enggak mungkin harganya segitu.”

Banderol dan transaksi yang diminta oleh oknum itu memang tak wajar. Tertera hanya Rp1 jutaan untuk satu unit PS4 Pro 1TB lengkap dengan dua buah stik orisinal atau PS4 Pro 1TB dengan 1 DVD game, kedua seller tersebut mengajak Hariawan untuk melakukan transaksi lewat rekening yang mereka ajukan, bukan melalui rekening resmi yang disediakan Lazada. Waktu Hariawan menanyakan alasan mengapa ia tidak diperbolehkan bertransaksi langsung di Lazada, seller nakal itu tidak memberikan alasan yang jelas.

Yang patut disayangkan, kasus ini bukanlah yang pertama terjadi di Lazada. Sebelumnya, juga pernah terjadi adanya penjual kamera mirrorless black market di anak perusahaan Alibaba Group itu. Padahal, Lazada sudah menyatakan sendiri komitmennya untuk menjual produk yang asli dan legal seperti tertera di laman About Us-nya.

Sebelumnya konsumen Lazada juga pernah kecewa karena pembatalan order sepihak, hal tersebut menimpa Herry SW, mantan jurnalis teknologi sekaligus salah satu reviewer gadget kondang Tanah Air.

Koh Herry, sebagaimana ia kerap dipanggil oleh followers-nya, mulanya kesengsem oleh Nokia 8 yang baru masuk Indonesia itu. Ia pun membeli flagship yang dijual secara eksklusif di Lazada Indonesia tersebut pada hari Kamis (15/02/2018) dan melunasinya via metode transfer. Ia membeli dua unit Nokia 8 dalam dua transaksi yang berbeda dengan harga Rp5.999.000 per unitnya, karena ia termasuk sebagai 200 pembeli pertama dan berhak mendapatkan diskon dari harga asli Rp6.499.000.

Pria yang mengaku sudah memiliki akun di Lazada lebih dari empat tahun lalu itu sejatinya lebih suka melunasi pembayaran dengan sistem COD daripada transfer. Ia pun sering mewanti-wanti pengikutnya di Twitter untuk memprioritaskan sistem COD apabila berbelanja di Lazada sebagai langkah antisipasi agar tak dikecewakan oleh pembatalan sepihak. Namun karena di pembelian Nokia 8 ini tak tersedia sistem COD, maka Herry mengaku nekat memakai metode transfer.

Akan tetapi kemudian, pemilik akun @herrysw di Twitter itu bercuit kalau salah satu transaksinya dibatalkan oleh Lazada secara sepihak. E-commerce anak perusahaan Alibaba Group itu pun memberikan penjelasan yang tak konsisten pada konsumennya. Pertama, alasannya adalah karena konsumen melakukan permintaan pembatalan.

“Saya bergegas login ke akun Lazada. Pesanan dibatalkan #LazadaHebat karena permintaan konsumen. Padahal, saya tak pernah mengajukan pembatalan,” jelasnya (16/02/2018).

Menurut Herry, Lazada sempat berkilah pula bahwa pembatalan terjadi di tahap verifikasi pembayaran, tetapi ia membantah bahwa sistem Lazada sudah sukses melewati tahap tersebut. “Tak lama usai saya berikan bukti tersebut, alasan #LazadaHebat berubah lagi. Mereka berkilah pembatalan dilakukan karena ada kendala di pihak supplier,” katanya.

Lazada juga telah mencoba menghubungi Herry lewat telepon, direct message Twitter, sampai email, serta menawarkan pengembalian dana, tetapi masih menemui jalan akhir penyelesaian. Hingga akhirnya, uang tersebut di-refund dalam bentuk voucher dan dipakai untuk membeli unit Nokia 8 dengan harga yang sama untuk ketiga kalinya. Kali ini, order Herry berhasil.

Dalam kultwitnya, Herry menyoroti betapa kelirunya Lazada membatalkan pesanan secara sepihak, terlebih untuk transaksi yang ia rasa punya nilai cukup besar. Kendati demikian pada akhirnya, ia mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Lazada untuknya, termasuk pemberian voucher senilai Rp100.000 sebagai permohonan maaf.