SUKABUMI - Hasil otopsi dokter forensik di RSUD Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Selasa (8/8/2017) malam, terhadap jasad SR (8), siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menunjukkan benturan di kepala sebagai pemicu kematian.

Kapolres Sukabumi AKBP Syahduddi mengatakan, otopsi juga menunjukkan kalau pada otak korban ada kelainan bawaan berupa pengerasan pembuluh darah otak (anurisma).

"Sehingga bila terjadi benturan akan menyebabkan penyumbatan serta kurangnya oksigen menyebabkan pembuluh darah pada otak pecah. Hal itu yang memicu kematian korban," ungkap Kapolres Sukabumi AKBP Syahduddi, Rabu (9/8/2017) pagi.

Selain itu, dokter juga mencatat sejumlah luka lecet dibagian kepala.

"Hasil temuan dokter forensik setelah dilakukan otopsi ada luka lecet di pelipis kiri. Tapi itu bukan penyebab kematian korban," ungkap mantan Kepala Polres Kuningan itu.

Terkait penanganan perkara, Syahduddi menuturkan, karena perkaranya melibatkan anak-anak berusia dibawah 12 tahun, polisi akan melakukan upaya diversi sesuai UU Sistem Peradilan Pidana Anak.

"Pemeriksaan tetap ada, tapi berbeda perlakuannya terhadap pidana pada umumnya, kelak dilakukan pendampingan oleh pihak keluarga, Bapas serta KPAI," katanya.