BREAKINGNEWS.CO.ID - Setelah dua tahun hanya menetapkan status sabagai tersangka, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan beneficial owner Connaught International Pte. Ltd. Soetikno Soedarjo pada Rabu (7/8/2019).

Ermirsyah dan Soetikno ditahan usai keduanya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Mereka diperiksa dalam perkara dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Menurut Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati, keduanya ditahan selama 20 hari pertama terhitung hari ini. "ESA (Emirsyah Satar) ditahan di rutan C1, sedangkan SS (Soetkno Soedarjo) ditahan di rutan Guntur. Keduanya ditahan untuk 20 hari pertama," ujar Yuyuk di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Soetikno tidak bicara banyak soal penahannya, saat keluar dari Gedung Merah Putih KPK pada pukul 17.12 WIB. Mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK ia hanya berujar beberapa patah kata. "Mohon doa restunya ya," ucap Soetikno.

Tak lama kemudian, Emirsyah juga menyusul Soetikno keluar dari Gedung KPK. Emirsyah juga tak mau menjawab pertanyaan media. "Tanya Pak Luhut saja (Luhut Pangaribuan, pengacara Emirsyah)," tutur dia.

Emirsyah dan Soetikno sebelumnya kembali dijerat KPK sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) berdasarkan pengembangan kasus suap Garuda.

Sebelumnya, KPK juga sudah menetapkan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode 2007-2012 Hadinoto Soedigno sebagai tersangka baru kasus suap Garuda.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, selama proses penyidikan tersebut KPK menemukan fakta-fakta yang signifikan bahwa uang suap yang diberikan Soetikno kepada Satar dan Hadinoto tidak hanya berasal dari perusahaan Rolls-Royce.

"Akan tetapi juga berasal dari pihak pabrikan lain yang mendapatkan proyek di PT Garuda Indonesia," katanya dalam konferensi pers, Rabu (7/8/2019).