JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerja sama dengan Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) dan didukung dengan penuh oleh Darma Wanita Dharma Wanita Persatuan Kemenpora (DPW), melakukan rapat koordinasi persiapan pemecahan rekor dunia senam nusantara Poco-Poco tahun 2018 yang akan dilaksanankan pada 5 Agustus 2018. Acara ini akan dipopulerkan kepada dunia Internasional melalui pembukaan Asian Games pada 18 Agustus mendatang.

Dalam rapat yang berlangsung di Auditorium Wisma Menpora, Senayan, Jakarta Pusat, Jum'at (4/5) sore. Menpora Imam Nahrawi dan Ibu Shobibah Imam Nahrawi selaku Penasehat DPW yang selama ini memiliki kepedulian sangat besar terhadap Poco-Poco, mengharapkan pencatatan rekor dunia ini mampu menunjukan kepada dunia Internasional bahwa Poco-Poco merupakan budaya asli milik Bangsa Indonesia. Kegiatan ini sejalan dengan arahan Ibu Iriana Joko Widodo selaku Pembina OASE Kabinet Kerja pada 20 Oktober 2015 lalu.

Ketua Panitia, Johny Lumintang mengatakan, pencetakan rekor dunia ini untuk memastikan dan melegitimasikan kepada dunia Internasional bahwa senam Poco-Poco Nusantara adalah warisan budaya dan kreatif lokal asli milik Bangsa Indonesia. “Kami mengajak seluruh lapisan masyrakat untuk bersama-sama mengsukseskan kegiatan ini agar terwujud rasa kebanggan atas budaya bangsa serta cinta akan tanah air Indonesia,” ungkap Lumitang.

Pemecahan rekor dunia ini akan disertifikasi oleh Guiness World Record yang berkedudukan di London, Inggris. Para perserta Poco-Poco sekitar 65.000 orang akan berbaris sepanjang 15 km dari Istana Negara hingga Gelora Bung Karno, dan melewati jalan M.H Thambrin dan Sudirman. Para peseta tersebut akan dilatih dan diawasi oleh 1.300 instruktur serta dinilai oleh dua juri di Guiness World Record berasal dari Australia serta auditor independen Ernst and Young Indonesia.