BREAKINGNEWS.CO.ID – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kota Depok, telah merilis jika ada sebanyak 232 perusahaan di Depok yang tidak patuh dalam membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan setiap bulannya. “Iya, di Depok ini ada 2.093 perusahaan yang ikut dalam BPJS Ketenagakerjaan. Namun tidak semua patuh dalam persoalan iuran. Jumlah perusahaan yang tidak patuh dalam membayar iuran sebanyak 232 perusahaan,” ungkap Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok, Multanti pada Selasa (23/10/2018).

Selanjutnya, ia juga menyatakan jika pihaknya akan segera melakukan kunjungan ke perusahaan tersebut. Namun ketika faktanya perusahaan itu masih sanggup membayar, pihaknya akan segera menyerahkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib. “Ya jelas ini bisa sampai ke ranah hukum dan bisa dipidana,” paparnya.

Disamping itu Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok tersebut mengungkapkan jika 232 perusahaan yang tidak patuh membayar iuran lebih didominasi oleh perusahaan kecil seperti UMKM serta jasa konstruksi.

“Dengan tidak membayar secara rutin iuran, konsekwensinya kami belum bisa membayarkan jika terjadinya resiko kecelakaan,” papar Multanti.

Saat ini, tenaga kerja yang mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan jumlahnya telah mencapai 75.329 di Depok dan bukan penerima upah sebanyak 15.119. Jumlah tersebut, menurut Multanti jika dibandingkan dengan pekerja yang ada di Depok masihlah sangat jauh.

“Kami tanya sampling rata-rata bekerja pada perorangan, ini menjadi kendala kami kalau tidak didukung regulasi,” sambung Multanti.

Lebih lanjut Multanti juga menegaskan jika sampai akhir September kemarin pihaknya telah mengembalikan JHT sebesar Rp 310,6 miliar, jaminan kematian yang dibayarkan sebanyak 195 kasus dengan nilai total sebesar Rp 5,4 miliar. “Sementara untuk jaminan kecelakaan kerja dari 271 kasus nilainya Rp 2,2 miliar dan jaminan pensiun Rp 2,5 miliar.”

Multanti juga menerangkan, iuran BPJS Ketenagakerjaan sesungguhnya tidak mahal dan cukup terjangkau. Di mana untuk jaminan kecelakaan dan kematian itu dipungut biaya sebesar Rp 16.800 dan jaminan hari tua sebesar Rp 20.000 per bulan. “Jadi kalau mau ikut ketiganya peserta hanya membayar Rp 36.800 per bulan,” pungkasnya.