JAKARTA - Terdakwa Andi Zulkarnain Anwar dengan kata lain Choel Mallarangeng mengemukakan rasa penyesalan serta keinginan maaf waktu membacakan nota pembelaan pribadi atau pledoi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Choel mengakui semestinya memberikan laporan uang yang dia terima Warif Muharram pada kakaknya Andi Alifian Mallarangeng yang waktu itu menjabat jadi menteri pemuda serta olah raga.

'Walaupun setahu saya uang itu bukanlah uang negara tetapi semestinya uang itu selekasnya saya laporkan pada kakak saya serta saya kembalikan, " kata Choel.

Choel mengakui sedih karna pembangunan Pusat Pendidikan Kursus serta Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON) yang berada di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mesti berhenti serta jadi sumber problem.

Walau sebenarnya, kata Choel, kebijakan pembangunan proyek Hambalang sesungguhnya waktu baik.
" Oleh karenanya saya memohon maaf dari hati yang terdalam. Saya siap memikul konsekwensi kekhilafan ini, " katanya.

Pada saat itu, Choel mengungkap dianya menyerahkan diri pada majelis hakim.

Dia memohon supaya diberi vonis yang seringan-ringannya.

" Seandainya bisa saya memohon pada Yang Terhormat Majelis Hakim hukumlah saya seringan-ringannya sejauh itu bisa saja oleh koridor hukum yang berlaku, " tutur Choel.

Terlebih dulu, Jaksa Penuntut Umum pada KPK menuntut Choel Mallarangeng pidana penjara lima th. serta denda Rp 500 juta subsidair enam bln. kurungan.

Choel Mallarengeng dinilai dapat dibuktikan dengan sah serta memberikan keyakinan lakukan tindak pidana korupsi dengan berbarengan serta tidak mematuhi Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Th. 1999 seperti sudah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 20 th. 2001 mengenai pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana Jo Pasal 65 ayat 1 KUHPidana.

Choel dapat dibuktikan terima uang Rp 2 miliar serta 550. 000 Dolar Amerika Serikat berbarengan kakaknya Andi Alifian Mallarangeng yang waktu itu menjabat jadi menteri pemuda serta olah raga. Uang itu hasil korupsi pembangunan Pusat Pendidikan Kursus serta Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON) yang berada di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.