BREAKINGNEWS.CO.ID – Pemerintah Arab Saudi berjanji akan menurunkan ketegangan yang terjadi antara India dan Pakistan, dalam pertemuan tingkat tinggi di Islamabad, Pakistan, pada Senin (18/2/2019) waktu setempat, setelah terjadinya serangan bom bunuh diri terhadap konvoi anggota korps paramiliter di Kashmir pada Kamis (14/2) lalu.

Setelah serangan yang diikuti dengan kontak senjata selama berjam-jam itu berakhir, India disebut bergolak dalam kemarahan, juga mengakibatkan para demonstran turun ke jalan dan tutupnya toko-toko kecil. Dalam konferensi pers di Islamabad, Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan untuk meredam ketegangan.

"Tujuan kami adalah untuk menurunkan tensi antara kedua negara yang bertetangga itu, dan untuk melihat jika ada jalan untuk menyelesaikan perbedaan dalam damai," kata al-Jubeir, dilansir dari AFP. Menyusul janji tersebut, Pangeran Saudi, Mohammed bin Salman sudah menyelenggarakan sejumlah pertemuan pada Senin (18/2) sore dengan pemimpin Pakistan sebelum terbang ke India.

Kashmir sudah menjadi pusat konflik antara India dan Pakistan selama tiga dekade lebih, di mana kedua negara terkait saling mengklaim sepenuhnya untuk wilayah itu dibagi antara dua negara. Kelompok militan Jaish-e-Mohammed atau JeM menyatakan diri bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri terkait, dan bahwa mobil yang memuat bom dikendarai oleh seorang militan lokal. India tengah mengumpulkan dukungan diplomatik setelah serangan tersebut. Mereka berjanji untuk 'mengisolasi' Pakistan di komunitas internasional, mengatakan negara itu memiliki bukti tidak terbantahkan mengenai peran Islamabad. Tuduhan tersebut dibantah oleh Pakistan.